Terlapor Kasus Pelanggaran Netralitas ASN Mulai Diperiksa Bawaslu Kota Bekasi

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap dua orang camat dan Kepala Cabang Bank BJB. Ketiganya merupakan terlapor dalam kasus dugaan pelanggaran netralitas Apartur Sipil Negara (ASN).

Laporan tersebut buntut ASN pamer jersey nomor 2 yang identik dengan calon presiden tertentu. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk pelanggaran netralitas ASN.

Dari kasus itu kemudian 13 orang menjadi terlapor. Terdiri dari 10 camat, 1 orang Satpol PP, menejemen Bank BJB dan Penjabat Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad.

Bawaslu lantas mulai melakukan pemirksaan terhadap para terlapor. Selasa, 9 Januari 2024 mereka meriksa 3 orang terlapor di kantor Bawaslu.

Tiga orang ini adalah Camat Jatiasih, Ashari, Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah dan Kepala Cabang Bank BJB Bekasi, Bayu Novi Putera Utama. Ketiganya diperiksa secara bergantian.

Bayu Novi Putera Utama menjalani pemeriksaan yang pertama pada pagi hari. Bawaslu lantas memeriksa Camat Jatiasih, Ahshari dan Camat Pondokgede, Zaenal Abidin.

Para terlapor saat ditanya para wartawan memberikan jawaban yang hampir sama. Mereka kompak membantah bahwa ada unsur kesengajaan dalam akasi pamer jersey nomor 2.

“Saya datang untuk memenuhi panggilan Bawaslu guna klarifikasi. Selebihnya nanti ditanyakan saja ke Bawaslu,” kata Kepala Bank BJB, Bayu Novi Putera Utama.

Sementara Camat Jatiasih, Ashari mengatakan, tidak bisa mengungkapkan secara detail hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu. Pasalnya hal tersebut menjadi ranah dan kewenangan Bawaslu.

“Prinsip dasar saya hadir memenuhi panggilan Bawaslu sebagai camat terperiksa. Nanti Bawaslu yang jelaskan soal pemeriksaan tersebut,” kata dia.

Camat Pondokgede kepada wartawan mengatakan, membantah adanya unusur kesengajaan dalam kasus yang menimpanya. Ia bahkan tidak mengira akan berakibat seperti saat ini.

“Tidak ada unsur kesengajaan, itu murni pertandingan olahraga. Saya juga gak meyangka kalau bisa sampai seperti ini,” kata Zaenal Abidin.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurul Fathia kepada wartawan mengatakan, belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan kepada para terlapor. Pasalnya, proses pemeriksaan masih berjalan.

“Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan. Sampai saat ini belum bisa kita beberkan karena pemeriksaan masih berjalan,” kata dia.

Pemanggilan juga akan dilakukan kepada para terlapor lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan terhadap Penjabat Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad.

“Proses berjalan 14 hari kerja terhitung sejak 4 Januari 2024 kemarin. Nanti akan ada pleno untuk memutuskan apakah benar ada pelanggaran atau tidak,” ujar Vidya, mengakhiri.


*Foto: Camat Jatiasih, Ashari usai menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu Kota Bekasi atau dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Tinggalkan komentar