Di tengah mati surinya mayoritas Bank Sampah Unit (BSU) tingkat RW di Kota Bekasi, BSU Semilir RW 19 Kelurahan Kayuringin justru semakin aktif. Bahkan kesadaran warga juga semakin meningkat dengan terus bertambahnya nasabah.
Salah seorang pengurus Bank Sampah Unit Semilir, Aris Surtikaningsih menjelaskan, warga RW 019 Kelurahan Kayuringin antusias menyambut kehadiran bank sampah. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya tabungan sampah warga atau nasabah.
Menurutnya, mayoritas warga senang dengan hadirnya bank sampah di lingkungan RW lantaran membantu masyarakat dalam membuang sampah di dalam rumah. Sehingga membuat rumah warga bisa semakin bersih karena jumlah sampah di dalam rumah menjadi berkurang.
“Alhamdulilah sampai saat ini antusias sekali. Alhamdulilah setiap penimbangan itu selalu ada penambahan lima sampai enam orang nasabah baru,” katanya, saat dijumpai pada saat kegiatan penimmbangan sampah wrga, Rabu, 15 April 2026.

Aris mengatakan, Bank Sampah Unit Semilir terus melakukan edukasi kepada warga untuk bisa memilah sampah rumah tangga. Misalnya memisahkan sampah plastik yang tidak bisa diurai dengan sampah organik yang bisa diurai.
Termasuk mengedukasi warga agar tahu jenis sampah mana saja yang memiliki nilai ekonomi. Yang bisa dibawa ke bank sampah unit.
“Perlu edukasi lagi di keluarga untuk pemilahan sampah-sampah plastik, mungkin edukasinya gak sampai ya dari ibu ke anak. karena masih saya lihat botol plastik misalnya di buang ke tempat sampah, padahal itu bisa menghasilkan cuan,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini BSU Semilir membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung untuk mengoptimalkan kegiatan bank sampah. Seperti tempat penampungan sampah sementara secara permanen agar tidak berpindah-pindah hingga gerobak motor (baktor) untuk mengangkut sampah.
“Kami memang belum ada tempat penampungan sementara secara permanen untuk menyimpan sampah sebelum dibawa pelapak. Kemudian baktor kita belum punya, kita butuh untuk mengangkut sampah dari lokasi penimbangan ke tempat penampungan sementara,” ujarnya.

Sementara itu warga RT006/RW019, Kelurahan Kayuringin, Kota Bekasi, Ari, mengaku antusias dengan kehadiran bank sampah di tingkat RW. Sebab ia tidak lagi bingung membuang sampah-sampah rumah tangga yang ia miliki.
Ia juga mengatakan, sejak ada bank sampah rumahnya menjadi semakin bersih. Sebab banyak barang yang tadinya menumpuk tidak terpakai kini sudah dibawa ke bank sampah.
“Programnya bagus dan saya sebagai warga senang ajah dengan hadirnya bank sampah. Rumah saya juga jadi lebih bersih karena smapahnya sudah di bawa ke bank sampah,” ujarnya.






