Hongkong Genting, Tuntutan Demonstran Prodemokrasi Diabaikan Pemerintah

Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying, berkeras tidak akan mundur. Meski demikian, dia menawarkan kesempatan perundingan antara pemerintahan dan demonstran prodemokrasi.

Dalam konferensi pers, pemimpin Hong Kong itu mengaku telah mengutus sekretarisnya, Carrie Lam, untuk membuka pintu dialog dengan kubu demonstran sesegera mungkin.

“Federasi Pelajar Hong Kong mengeluarkan surat terbuka meminta bertemu dengan kepala sekretaris, yang mewakili pemerintah Hong Kong, untuk mendiskusikan satu hal, yaitu perkembangan konstitusi Hong Kong. Saya tidak akan mundur karena saya harus lanjut bekerja untuk pemilihan umum,” kata Leung, 3 Oktorber 2014.

Baca juga:  Bawaslu Beri Catatan untuk KPU Kota Bekasi

Para pemimpin demonstrasi merespons pernyataan tersebut seraya mengatakan bahwa mereka berniat berdiskusi dengan pemerintah, namun berkukuh Leung harus mundur.

“Bagaimanapun, kami hendak mengulangi pandangan kami bahwa Kepala Eksekutif Leung Chun-ying bertanggung jawab atas kebuntuan ini. Karena itu, dia harus mundur,” sebut pernyataan bersama kubu demonstran.

Kemarahan

Demonstran tetap berkumpul di luar kantor Chun-ying Leung dan kompleks kantor pemerintah . Mereka datang dengan kemarahan dan berhadapan dengan polisi Hong Kong.

Steve Hui, juru bicara kepolisian Hong Kong, mengatakan pihaknya tidak akan menoleransi aksi anarkis di sekitar kompleks kantor pemerintah.

Baca juga:  Anak Presiden PKS Optimis Jagoanya Menang Pilkada Bekasi

Menanggapi eskalasi demonstrasi di Hong Kong, Lord Patten, selaku gubernur Inggris terakhir sebelum Hong Kong diserahkan ke Cina pada 1997, menilai aksi kekerasan tidak akan berlarut-larut.

“Cina punya banyak hal yang dipertaruhkan…Saya tidak yakin ini bakal menjadi seperti (Lapangan) Tiananmen.”

Blokir Jalan

Pada Senin malam kemarin, puluhan ribu orang memblokir jalan-jalan raya, bernyanyi dan meneriakkan yel-yel.

Massa ingin Beijing memberikan Hong Kong kebebasan untuk memilih pemimpin berikutnya, sesuatu yang ditolak oleh Beijing.
Pada hari Selasa, jalan-jalan relatif mulai sepi tetapi massa diperkirakan akan berkumpul di malam menjelang Hari Nasional Cina.

Baca juga:  Sukseskan Pilkada, Puskesmas Sumurbatu Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis Calon Pantarlih

Pada akhir pekan lalu, polisi menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk menghalau massa tetapi sejak itu polisi anti huru hara telah ditarik dan demonstran pun kembali tenang.

Namun banyak wilayah kunci di kota itu diblokir oleh massa sehingga banyak sekolah dan bank yang tutup.

sumber: bbc

Tinggalkan komentar