Bongkar Korupsi Tata Ruang di Kota Bekasi!

Kasus korupsi penjualan aset negara berupa lahan pemakaman umum seluas 1,1 hektar oleh tiga pejabat Kota Bekasi kepada pengembang perumahan Bekasi Timur Regency mestinya bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar kejahatan yang lebih besar, yaitu korupsi tata ruang.

Demikian dikatakan Direktur Jaringan Muda Bekasi Ifan Lengkoan. Menurut dia, kasus Bekasi Timur Regency tergolong kecil jika dibandingkan dengan korupsi tata ruang. Sudah saatnya penegak hukum mulai mengusut ke arah sana.

Baca juga:  Wujudkan Bekasi Ramah Anak, Adelia Gagas Relawan Perlindungan Anak

“Bukan tidak mungkin jika korupsi tata ruang terbongkar, pejabat sekelas kepada dinas atau bahkan kepala daerah pun bisa terseret ke meja hijau seperti terjadi di Bogor,” katanya.

Salah satu modus yang sering dilakukan pejabat ialah dengan mengganti peruntukan lahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota. Biasanya, pejabat memanfaatkan itu tiap kali melakukan revisi tata ruang, yaitu sekali dalam lima tahun.

Baca juga:  Pemkot Bekasi Kampanye Anti Rokok di CFD

(Baca rinci: Ini Modus Korupsi Tata Ruang yang Sering Dilakukan Pejabat)

Pengamat Tata Ruang Yaya Supriatna mengatakan bahwa korupsi tata ruang akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Untuk itu, sudah saatnya korupsi tata ruang dibongkar dan dihentikan. (Baca opini Yayat: Korupsi (R)uang di Tata Ruang)

Baca juga:  Jalankan Sejumlah Program Ibu Hamil, Puskesmas Sumurbatu Sukses Tangani 22 Persalinan

“Perlu keberanian untuk menyatakan TIDAK, dengan menolak semua bentuk penyimpangan. Jika terjadi pembiaran maka, kerugiannya tidak hanya ditanggung untuk saat ini, tetapi berkelanjutan dimasa depan,” kata Yayat. (AN)

Satu pemikiran pada “Bongkar Korupsi Tata Ruang di Kota Bekasi!”

  1. Kami sebagai wali murid SD.n.7 bekasi jaya merasa keberatan sumbangan membeli kipas angin dan ac listrik murid dibebankan dan sumbangan lain dan sumbang dana untuk membeli batu nomplok setiap anak dikenakan membayar sebesar RP.1.50000 /orang kami tanyakan sama kepala sekolah dana nya kurang sampai sekarang batu nomplok belum juga dibeli sampai saat sekarang alam an sekolah masih tanah sempat kami tanya kepala sekolah SD.N.7 bekasi jaya kan dana bos kan ada dan pemerintah ada dana pembanguna kan ada dan 20% dana pendidikan kan ada kata kepala sekolah . Sekolah ini belum dapat dana pembangunan pemerintah merencanakan sekolah agraris kenyataan berbeda yang dicanangkan oleh pemerintah kalo berguru bagi orang yang banyak duit yang bisa sekolah kami orang tua murid yang kenek phk merasa berat setiap bulan harus membayarnya

    Balas

Tinggalkan komentar