4 Fakta Mengejutkan tentang Sampah di Kota Bekasi

Sampah menjadi persoalan serius bagi sejumlah kota atau daerah di Indonesia termasuk Kota Bekasi.

Pada prosesnya, Pemerintah Kota Bekasi cukup kerepotan dalam mengelola sampah yang dihasilkan oleh warganya.

Beragam upaya ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Salah satunya dengan membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Di tahun 2023 ini misalnya, Pemkot Bekasi telah menggandeng pihak swasta untuk membangun PLTSa di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sumurbatu. Nila investasi proyek tersebut tidak main-main mencapai Rp1,8 triliun yang itu akan didanai oleh swasta.

Dengan nilai investasi yang fantastis, proyek tersebut terkesan ambisius dan
seolah dipaksakan. Apalagi pemenang proyek ditentukan beberapa hari jelang lengsernya Tri Adianto sebagai Wali Kota Bekasi.

Fakta Sampah di Kota Bekasi

Kembali soal sampah, ada sejumlah fakta-fakta menarik yang perlu diketahui. Berikut deretan fakta tentang sampah di Kota Bekasi :

1. Sehari 1.800 Ton Sampah

Jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Bekasi dalam sehari cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi dalam sehari total sampah mencapai angka 1.800 ton.

2. Sebanyak 800 Ton tidak masuk TPA

Banyaknya sampah dalam sehari, tidak sepenuhnya bisa masuk ke TPA Sumurbatu. Ada sekitar 800 Ton sampah perhari yang tidak terangkut.

3. Armada Sampah Tidak Memadahi

Problem sampah di Kota Bekasi makin diperparah dengan armada sampah yang tidak memadahi. Data Dinas Lingkungan Hidup tahun 2022 silam, dari total 360an armada atau truk sampah, tercatat sebanyak 40 persen tidak laik pakai.

4. Proyek PLSTa yang Tak Kunjung Berhasil

Proyek PLTSa yang dicanangkan oleh Pemkot Bekasi di tahun 2023 ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, Pemkot Bekasi sudah merintis proyek PLTSa di tahun 2017 silam dengan menggandeng perusahaan swasta PT Nusa Wijaya Abadi (PT NW).

Sayangnya, PT NW gagal memenuhi target yang sudah ditetapkan. Sehingga di 2019, Pemkot Bekasi kembali menggandeng pihak swasta lainnya guna menjalankan proyek PLTSa.

Di tahun 2023, Pemkot Bekasi kembali menggandeng pihak baru yakni PT Matahari Hijau Energy yang kemudian menggandeng konsorsium asal Negeri Tirai Bambu.

PT MHE sendiri sejatinya bukanlah pihak baru dalam proyek PLTSa. Pasalnya di 2019, ia juga ikut menggarap proyek PLTSa Sumurbatu bersama pihak swasta lainnya.

Soal sampah, mestinya Pemkot Bekasi malu dengan Kabupaten Banyumas, sebuah daerah kecil di Jawa Tengah yang berhasil mengelola sampah di daerahnya dengan baik sampai-sampai di sana tidak lagi ada TPA lantaran sampah sudah dikelola dengan baik menjadi barang bernilai ekonomi.

Tinggalkan komentar