Ketua KONI Kota Bekasi ‘Orderan’ Penguasa

Kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi mendadak menjadi property panas menjelang digelarnya Musyawarah Kota (Muskot) KONI Kota Bekasi tanggal 22 Februari 2023 mendatang. Sejumlah kandidat bermunculan digadang-gadang bakal bertarung merebut posisi ketua. Bukan itu saja, penguasa kabarnya juga ikut cawe-cawe soal ini.

Kabar burung menyebut, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto secara terang-terangan ‘mengorder’ nama untuk menjadi Ketua KONI Kota Bekasi untuk menggantikan Abdul Rosyad Irwan, Ketua KONI Kota Bekasi saat ini.

Dalam sebuah pertemuan dengan Ian Rasyad sapaan akrab  Ketua KONI Kota Bekasi, politisi PDI Perjuangan tersebut menyebut nama Riad Osca yang tak lain seniornya di partai.

Sementara baru-baru ini, sedikitnya 4 cabang olahraga, yaitu Wushu, Muaytai, IBA MMA dan Sambo mendklarsikan dukungannya kepada Riad Osca.

Bukan hal aneh, bila Tri cawe-cawe dalam urusan pemilihan Ketua KONI Kota Bekasi. Sebagai orang yang baru berkuasa menggantikan Rahmat Effendi, Tri berkepentingan menancapkan kekuasaanya di Kota Bekasi, tidak hanya di sektor pemerintahan dan politik, namun di setiap sendi-sendi kehidupan termasuk olahraga salah satunya.

Apalagi kita tahu, bahwa olahraga merupakan hal bergengsi, tak kalah penting, olahraga juga memiliki basis massa yang pada tahap tertentu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Sayangnya yang dilakukan Tri ini rasanya kurang elok. Sebagai kepala daerah, mestinya Tri bersifat netral, membiarkan pemilihan Ketua KONI Kota Bekasi mengalir apa adanya.

Sikap Tri dalam Muskot KONI Kota Bekasi, secara tidak langsung juga merusak apa yang sudah Ian Rasyad perbuat selama memimpin KONI Kota Bekasi. Di mana semenjak menjadi Ketua KONI, ia mampu merangkul semua pihak untuk bersama-sama memajukan olahraga Kota Bekasi.

Sekalipun, sampai saat ini, belum tampak aksi nyata Tri melakukan suksesi Riad Osca. Akan tetapi, pernyataan Tri yang menginkan calon tertentu suka tidak suka akan mempengaruhi Muskot KONI Kota Bekasi.

Bisa saja, cabang-cabang olahraga selaku pemegang hak suara menjadi tidak bebas dalam menentukan pilihan lantaran sungkan dengan Tri selaku kepala daerah.

Lebih repot lagi, jika nanti calon yang disorong oleh Tri ternyata gagal menang. Bisa-bisa ini akan berpengaruh pada relasi KONI Kota Bekasi dengan Pemkot Bekasi.

Hal ini terjadi di Kabupaten Bandung Barat, di mana KONI Kabupaten Bandung Barat hanya mendapat anggaran hibah Rp500 juta. Usut punya usut ini karena istri Kepala Daerah gagal dalam pemilihan Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat.

Lepas keberadaan campur tangan kekuasan, yang jelas pemilihan Ketua KONI Kota Bekasi pada Muskot 2023 sudah pasti akan panas dan ramai peminat.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi hal itu. Dari mulai penunjukan Kota Bekasi sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2026 hingga faktor Ian Rasyad yang tak lagi maju.

Suka tidak suka, selama dua periode memimpin KONI Kota Bekasi, posisinya nyaris tak tersentuh. Bahkan di periode keduanya, Bang Ian biasa ia disapa bisa dengan mudah melenggang menjadi Ketua KONI Kota Bekasi lantaran terpilih aklamasi.

Ketiadaan sosok Ian Rasyad dalam bursa calon Ketua KONI Kota Bekasi, membuat sejumlah nama punya nyali dan harapan untuk berkontetasi merebutkan kursi Ketua KONI Kota Bekasi.

Oleh: Redaksi Klik Bekasi

Tinggalkan komentar