‘Jatah Preman’ Rp100 Juta Gerindra Kota Bekasi untuk Pengamanan Jabatan M Dian

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Bekasi dituding meminta ‘jatah preman’ senilai Rp 100 juta untuk mengamankan posisi M Dian sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi.

Jatah preman tersebut diminta oleh Sekretaris DPC Gerindra Kota Bekasi, Boy David Taga, yang nantinya akan dibagi dengan Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.

Demikian peryataan M Dian kepada wartawan, sembari menunjukan rekaman percakapan telpon antara orang yang diduga Boy David Taga dengan sesorang.

Dalam rekaman tersebut, Boy David Taga mengatakan kepada lawan bicaranya agar M Dian menyiapkan uang Rp100 juta agar jabatannya tetap aman.

“Bilang saja sama Dian, siapkan Rp100 juta, nanti biar saya yang atur. Karena Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi ikut apa saja kata saya,” tutur orang yang diduga David, dalam isi percakapan tersebut.

Dalam percakapan itu, orang yang diduga David juga menjelaskan perihal distribusi uang Rp100 juta tersebut. Yang menurutnya akan dibagi dua dengan Ketua Gerindra Kota Bekasi sebagai biaya mengurus berkas M Dian ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Saat ditanya lawan bicaranya soal prosedur penyerahan uang tersebut, David meminta uangnya diserahkan dalam bentuk tunai kepada dirinya.

“Kamu bilang saja sama Dian, kita minta 100 juta, nanti kita atur. Dan posisi dia (Dian) aman,” tambahnya.

Dian sendiri kepada wartawan mengaku tidak menyangka, elit partai tempatnya bernaung melakukan jual beli jabatan.

Bahkan sekelas Sekretaris partai, berani mempertaruhkan jabatannya dengan meminta jatah Rp100 Juta untuk jabatan Wakil Ketua DPRD.

“Ternyata, selama ini permainan belakang antara ketua sama sekretaris. Dan saya tidak menyangka posisi saya dipertaruhkan dengan uang Rp100 juta. Jadi saya sekalian bongkar saja persoalan ini, biar semua tahu,” kata Dian.

Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi Membantah

Menyikapi tudingan M Dian soal jatah preman sebesar Rp100 juta untuk pengamanan posisi M Dian sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dibantah langsung Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.

Menurutnya, apa yang dikatakan M Dian tidak berdasar dan terkesan mengada-ada.

Toh kata Tanjung, jabatan Dian sendiri pada dasarnya telah hilang lantaran DPP Gerindra telah mencabut jabatan Dian akibat terbukti melakukan tindakan yang mencemarkan partai.

Bahkan, Tanjung menuding, apa yang ditudingan M Dian kepada Boy David Taga semata-mata karena adanya rivalitas antara kedua orang tersebut lantaran berada di daerah pemilihan yang sama pada Pileg 2014 silam.

Hanya saja, nasib M Dian lebih beruntung dari David. Dian berhasil lolos ke parlemen sementara David tidak. Kendati demikian, David tetaplah ancaman serius bagi Dian, sebab sewaktu-waktu posisi Dian sebagai anggota dewan bisa saja digantikan oleh David jika ada Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Tidak benar itu apa yang dikatakan M Dian. Itu saya kira karena keduanya terlibat persaingan di daerah pemilihan,” kata dia.

Usut Tuntas

Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Irman Firmansyah meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas agar tidak menjadi konsumsi publik yang berkepanjangan sehingga merusak citra partai.

“Diusut saja biar tuntas, biar ketahuan benar atau tidak kabar tersebut. Jangan sampai berdampak negatif untuk partai,” kata dia.

Irman sendiri tidak terlalu memusingkan soal kabar tersebut. Meskipun, dengan adanya kabar itu, Irman yang semestinya menggantikan posisi Dian sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi sesuai dengan kebijakan DPP Gerindra, bisa saja batal. Apalagi melihat fakta yang ada, sampai saat ini, proses pergantian jabatan dari Dian ke Irman belum juga rampung.

“Saya tidak mau ambil pusing soal itu,” tandasnya.

Sekadar diketahui, beberapa bulan lalu, DPC Gerindra Kota Bekasi mengumumkan hasil keputusan Mahkamah Partai Gerindra yang memutuskan M Dian bersalah karena membuat cemar nama partai.

DPP lantas mengeluarkan keputusan pencabutan jabatan M Dian sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dan menggantikannya dengan Irman Firmansyah.

Namun sampai saat ini, posisi M Dian masih aman meski proses pergantian Dian ke Irman sedang berlangsung. Hingga beredarlah kabar DPC Gerindra Kota Bekasi meminta sejumlah uang untuk mengamankan jabatan M Dian.(Ical)

Tinggalkan komentar