Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji mengingatkan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak nakal dalam menjalankan program MBG. Pasalnya dapur bisa ditutup kapan saja jika terbukti nakal atau curang.
Menurutnya, untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik pemerintah akan memberlakukan sanksi tegas. Yakni berupa penutupan dapur jika terbukti melakukan praktik curang dalam menjalankan operasional dapur.
“Pemerintah akan bersikap tegas kalau ada dapur yang nakal atau curang. Jika terbukti bisa langsung ditutup, ini tidak main-main,” katanya, dalam kegiatan sosialisasi Program MBG di Kota Bekasi, Senin, 9 Maret 2026.
Ia juga menekankan, agar pihak investor atau pemilik dapur untuk tidak ikut cawe-cawe operasional dapur. Sehingga dapur bisa menjalankan operasional sesuai ketentuan.
“Kadang ada juga pemilik dapur atau yayasan yang terlalu ikut campur urusan MBG. Sampai mengatur soal belanja bahan baku hingga menentukan menu, dengan tujuan mencari keuntungan,” katanya.
Nuroji juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya program MBG. Salah satunya dengan tidak ragu membuat laporan atau pengaduan jika menemukan adanya kecurangan.
“Silahkan laporkan ke kontak aduan resmi langsung ke Badan Gizi Nasional atau pengawas tingkat kota kalau ada kecurangan. Pasti akan ditindaklanjuti,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Salah seorang peserta sosialisasi, Situmorang berharap program MBG terus dibenahi. Sebab program tersebut dinilai positif dan memberikan manfaat nyata.
“Saya sangat mendukung program MBG karena manfaatnya yang positif. Apalagi saya ini punya cucu masih sekolah yang semuanya mendapatkan program MBG,” katanya.






