Opini  

Wisata Air Kalimalang, Proyek Ambisius yang Hasilnya Masih Misterius

Avatar photo
Penampakan sejumlah tenant di lokasi Wisata Air Kalimalang yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat/Pemkot Bekasi.

Pemkot Bekasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot saat ini tengah mengerjakan proyek Wisata Air Kalimalang yang rencananya akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Oleh Pemkot Bekasi proyek ini digadang-gadang sebagai proyek yang akan sukses kedepannya bukan saja dari sisi pariwisata namun juga sisi ekonomi.

Namun alih-alih menjadi proyek yang sukses dan mendatangkan cuan (keuntungan), nampaknya proyek ini justru terkesan sebagai proyek yang ambisius yang hasilnya masih misterius.

Tidak salah tentunya, jika proyek Wisata Air Kalimalang dipandang sebagai proyek yang ambisius. Mengingat proyek menelan biaya yang tidak sedikit mencapai Rp123 miliar.

Meskipun biaya sebesar itu tidak semuanya ditanggung Pemkot Bekasi. Pembiayaan proyek ini ditanggung tiga pihak yakni Pemkot Bekasi, CSR dan Pemprrov Jawa Barat.

Adapun skema pembiayaan Rp30 miliar dari Pemkot Bekasi, Rp33 miliar dari CSR dan Rp60 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Sayangnya, proyek ambisius ini hasilnya masih tanda-tanya alias misterius. Karena tingkat keberhasilan proyek ini masih belum bisa diprediksi.

Belum ada jaminan pasti, bahwa proyek ini berhasil sesuai yang diharapkan Pemkot Bekasi. Yakni bisa menjadi daya tarik wisata serta menumbuhkan perekonomian warga melalui pusat kuliner yang akan dibangun di kawasan tersebut.

Lucunya, meski tingkat keberhasilan proyek ini masih buram, PT Mitra Patriot sudah berani menyewakan tenant untuk warga yang ingin berjualan di pusat kuliner Wisata Kalimalang.

Harganya tidak main-main satu tenant dibanderol dengan harga Rp100 juta untuk masyarakat umum. Sedangkan khusus bagi pelaku UMKM ada skema diskon 50 persen sehingga pelaku UMKM cukup membayar Rp50 juta untuk menyewa tenant.

Soal sewa tenant ini, memang belum diketahui secara pasti apakah cukup dibayar satu kali saja untuk jangka waktu tertentu. Atau dibayar setiap satu tahun sekali.

Namun apapun skemanya, yang jelas biaya sewa yang dipatok cukup tinggi. Sementara tingkat keberhasilan Wisata Air Kalimalang masih tanda tanya mengingat banyak tempat wisata di Indonesia yang muncul dan kemudian tenggelam karena gulung tikar.

Dengan biaya sewa yang tinggi, di tengah lesunya perekonomian serta tingkat keberhasilan Wisata Air Kalimalang yang tidak terukur, rasanya akan sulit bagi pelaku usaha untuk mau menyewa tenant di pusat kuliner Wisata Kalimalang.

Pertanyaan lain, jika pada akhirnya tenant yang tersedia berhasil terjual, sementara Wisata Air Kalimalang tidak sesukses yang diharapkan, apa pertanggungjawaban Pemkot Bekasi dan PT Mitra Patriot kepada para pelaku usaha.

Adakah jaminan atau garansi yang diberikan jika pada akhirnya Wisata Air Kalimalang Flop alias gagal total?

Dan pertanggungjawaban publik seperti apa yang kira-kira akan diberikan Pemkot Bekasi dan PT Mitra Patriot kepada masyarakat jika proyek ini tidak berjalan sesuai harapan. Mengingat proyek ini sebagian pembiayaannya ditanggung oleh APBD Kota Bekasi yang dihasilkan dari pajak dan retribusi masyarakat Kota Bekasi.

 

Oleh: Ivan Faizal Affandi, Pengasuh www.klikbekasi.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *