Banjir yang melanda Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi pada, 23 Januari 2026 membuat warga kecewa kepada developer. Terutama mereka yang tinggal di sejumlah perumahan di wilayah tersebut mulai dari Green Lavender, Nebraska dan Sukamekar Regency.
Mereka kecewa karena harus menerima kenyataan pahit tinggal di sebuah perumahan yang menjadi langganan banjir. Padahal sebelum membeli, pihak penjual dalam hal ini developer mengklaim perumahan yang mereka jual bebas dari banjir.
Kekecewaan tersebut dirasakan oleh Warga Perumahan Nebraska Terase bernama Irham Anugrah. Ia tidak menyangka jika rumah yang ia beli ternyata banjir.
Padahal sebelum membeli, pihak penjual dalam hal ini developer mengatakan perumahan tersebut tidak banjir. Sehingga ia pun mau untuk membeli rumah di Perumahan Nebraska Terase.
Bahkan untuk membeli perumahan tersebut, Ilham harus menabung menyisihkan sebagian gajinya untuk membayar uang muka. Serta membayar cicilan setiap bulannya yang harus dibayar tanpa boleh menunggak.
“Niat kita membeli rumah itu agar istri dan anak-anak punya tempat tinggal layak, tapi kenyataannya malah banjir begini. Jujur saya kecewa, karena kita sudah mengeluarkan banyak uang,” kata Irham Anugrah, saat ditemui ketika tengah mengambil makanan di Dapur Lapangan milik Brimob Polda Metro Jaya,
Kekecewaan juga dialami warga Perumahan Sukamekar Regency, Milah Dini. Ia mengaku sangat dirugikan atas banjir yang kerap ia dan keluarganya alami selama tinggal di Perumahan Sukamekar Regency.
“Pihak developer mohon maaf jangan mau untungnya doang. Pikirkan nasib warganya yang sudah membeli perumahan di sini,” katanya.
Sementara itu, Warga Perumahan Green Lavender, Farel Panggabean mengatakan, banjir bukan hanya sekali ia alami. Sejak tinggal di Perumahan Green Lavender 2022 lalu, sudah tujuh kali ia mengalami banjir.
Ia juga bercerita bahwa warga Perumahan Lavender juga telah membuat petisi kepada pihak developer agar ada perbaikan. Sayang meski perbaikan dilakukan hasilnya masih belum maksimal, banjir masih saja terjadi.
“Kalau banjir itu sering dan saya sudah mengalaminya tujuh kali sejak 2022 tinggal di sini. Tapi banjir kali ini yang paling parah karena sampai seleher orang biasa,” katanya.
Warga Butuh Solusi Permanen
Akibat banjir yang kerap melanda sejumlah perumahan di Desa Sukamekar, warga meminta adanya solusi permanen. Baik dari developer maupun pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.
Irham Anugrah misalnya, meminta agar developer bertanggung jawab terhadap banjir yang terjadi. Bukan itu saja, ia meminta agar ada solusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.
“Tolong kami sebagai warga butuh adanya solusi untuk permasalahan yang kami hadapi. Baik itu dari developer atau pemerintah daerah sehingga kami tidak lagi mengalami banjir,” katanya.
Sedangkan Milah Dini meminta agar, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan menyelesaikan banjir di Desa Sukamekar. Sebab ia sangat membutuhkan solusi atas banjir yang menimpa perumahan yang ia huni.
“Tolong Pa Dedi Mulyadi turun bantu kami. Karena kami juga korban banjir sama dengan korban banjir lainya,” katanya.
Hal senada juga disampaikan, Farel Panggabean yang meminta solusi dari pemerintah daerah dan juga developer. Terutama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Bapak Aing tolong bantu kami, kami butuh solusi banjir di Perumahan Green Lavender. Salah satunya pembangunan tanggul permanen di kali dekat perumahan kami termasuk perbaikan irigasi,” ujarnya.
Sekedar diketahui banjir di Desa Sukamekar terjadi sejak Jumat, 23 Januari hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Adapun tinggi banjir bervariasi dari sepaha hingga leher orang dewasa.
Sejumlah warga juga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian. Serta ke rumah kerabat atau saudara yang tak jauh dari tempat tinggal mereka






