Sejumlah kalangan pondok pesantren di Kota Bekasi mendorong adanya pemerataan cakupan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khususnya bagi para santri di sejumlah pondok pesantren baik di Kota Bekasi maupun daerah lain di Indonesia.
Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Annur Bekasi, Eri Mutawalli, mengatakan saat ini belum semua pesantren santrinya mendapatkan MBG. Terutama pesantren-pesantren yang tidak memiliki lembaga pendidikan formal yang hanya fokus pada pembelajaran ilmu agama saja.
Padahal kata dia, harusnya MBG bisa menjangkau semua pesantren. Baik yang tidak memiliki lembaga pendidikan formal ataupun pesantren yang fokus pada pembelajaran ilmu agama saja.
“MBG ini harus merata ke semua pondok pesantren. Masalanya MBG baru menjangkau pesantren yang memiliki pendidikan formal saja, mereka mendistribusikan lewat sekolah,” katanya, kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).
Untuk menjamin MBG menjamah seluruh pesantren, ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung ke lapangan melakukan pendataan. Khususnya mendata pesantren yang tidak memiliki sekolah formal yang hanya fokus mengajarkan ilmu agama kepada santrinya.
“BGN perlu turun langsung melakukan pendataan ke lapangan. Kerjasama dengan RW mendata mana saja pesantren yang ada santrinya tapi tidak memiliki pendidikan formal,” katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Eri tersebut juga memuji program MBG sebagai sebuah program yang bagus untuk peningkatan gizi anak sekolah. Hanya saja ia meminta menu MBG diperhatikan betul standarisasi menu MBG agar sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Ia juga mengatakan, bahwa saat ini MBG belum masuk ke Pesantren Annur Bekasi yang ia asuh. Sehingga ia berharap ke depannya program ini bisa menjangkau pesantren yang ia asuh dan juga pesantren lainnya.
“MBG ini program yang bagus untuk peningkatan gizi anak, hanya saja perlu diperhatikan standarisasi menu agar sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Kami juga berharap program ini nantinya bisa menjangkau secara merata seluruh pesantren bukan hanya di Kota Bekasi saja,” ujarnya.






