Keluarga Ferry Irawan, salah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengalami hilang kontak saat terbang dengan ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada, Sabtu, 17 Januari 2026 berharap Ferry Irawan bisa kembali dengan selamat dan bisa berkumpul bersama keluarga.
Adik Ipar Ferry Irawan, Ario Nugraha mengatakan, saat ini keluarga masih menunggu kabar atau informasi resmi baik dari Basarnas maupun pihak KPP terhadap keberadaan Ferry Irawan.
“Kami berharap saudara kami bisa segera ditemukan dengan selamat. Bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” katanya, di kediamanan Ferry Irawan di Bekasi, Minggu (18/1/2026).
Pria yang akrab disapa Rio juga menjelaskan, bahwa kakak kandung Ferry Irawan bersama anak sulung Ferry akan bertolak ke Maros dengan difasilitasi Basarnas dan KKP.

Keponakan Ferry Irawan, Athoriq Julian dan Adik Fery Irawan, Ario Nugraha saat memberikan keterangan pers, Minggu (18/1/2026)
Bahkan, ia menjelaskan pihak Kepolisian sempat datang ke kediaman Ferry. Kedatangan mereka untuk keperluan pengambilan DNA dari anak kandung Ferry.
“Kita pergi kesana untuk melihat prosesnya seperti apa. Kita pergi dengan difasilitasi Kementerian Kelautan dan Basarnas,” katanya.
Sementara itu, selain menunggu hasil pencarian Basarnas dan KKP, pihak keluarga pada Minggu, 18 Januari 2026 pukul 20.00 WIB menggelar kegiatan doa bersama. Yang ditujukan untuk keselamatan Ferry Irawan.
Doa bersama ini dihadiri keluarga, rekan kantor di KKP, tetangga hingga perwakilan Pondok Pesantren Khairukum.
“Pastinya harapan kami agar bisa segera ditemukan dan bisa diberikan keselamatan,” kata Keponakan Ferry Irawan, Athariq Julian.
Sementara pantauan Klik Bekasi dari kediaman Ferry Irawan tepatnya di Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi, terpantau banyak kerabat, saudara dan rekan kerja berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga Ferry Irawan.
“Kita dari kantor sengaja datang ke sini, tentuya untuk memberikan support kepada keluarga,” kata, salah seorang rekan kerjanya saat bertemu di lokasi.
Sekadar informasi, Ferry terbang ke Maros dalam rangka menggelar operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara. Dalam kerja tersebut ia bersama-sama dengan dua rekannya yaitu Deden Mulyana dan Yoga Nauval yang juga mengalami hilang kontak, termasuk 7 awak pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport.






