Setelah 16 tahun berdiri, Summarecon Bekasi kini semakin menegaskan posisinya sebagai kota metropolitan terpadu yang kian berkembang pesat. Terutama di wilayah Timur Jakarta.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, mengatakan, Summarecon Bekasi saat ini tidak lagi menjadi proyek pengembangan semata. Summarecon Bekasi telah bertumbuh menjadi destinasi hunian dan lifestyle pilihan masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
“Summarecon juga didukung perencanaan kota yang komprehensif. Serta infrastruktur modern yang terintegrasi,” katanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Momentum pertumbuhan tersebut ditandai dengan pembukaan Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 (SMB 2) pada awal Februari 2026. Yang merupakan pengembangan lanjutan dari SMB Tahap 1 yang sudah berdiri lebih dulu.
Ekspansi ini semakin memperkuat posisi Summarecon Mall Bekasi sebagai ikon pusat belanja dan gaya hidup. Yakni dengan menghadirkan ragam international dan local brand dari kategori premium fashion, lifestyle, sport & wellness hingga kebutuhan harian.
“Sejak awal fokus utama pengembangan Summarecon Bekasi adalah menciptakan kehidupan yang utuh dalam satu kawasan. Kami tidak hanya membangun hunian, tetapi membentuk ekosistem,” katanya.
Ia juga mengatakan, bahwa fasilitas komersial yang dihadirkan kini semakin berorientasi pada pengembangan experience dan lifestyle seperti pembukaan SMB 2. Yang merupakan wujud komitmen Summarecon dalam menciptakan Summarecon Bekasi yang semakin metropolis.
Selain mal, beragam pilihan fasilitas juga tersedia. Mulai dari beragam tenant kuliner di ruko hingga La Spezia di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD).
Termasuk sekolah dasar dan menengah hingga universitas, rumah sakit, perkantoran. Dan berbagai fasilitas komersial seperti dealer mobil hingga klinik kecantikan juga pilihan hunian seperti apartemen, rumah tapak modern, hingga hunian ultra luxury.
Semua itu dirancang untuk menghadirkan kualitas hidup terbaik. Yaitu dalam sebuah kawasan yang terintegrasi.
“Ke depan, Summarecon Bekasi akan terus menghadirkan hunian adaptif masa depan yang terintegrasi dengan ritme kota. Ini memungkinkan aktivitas bekerja, berbelanja, berolahraga, dan bersosialisasi berlangsung efisien dalam satu kawasan terpadu,” katanya.






