Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar bersama MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) resmi berkolaborasi. Adapun kolaborasi keduanya ditandai dengan Kick Off Sedekah Energi dan Wakaf Energi yang digelar di Masjid Raya Al Azhar, Jababeka, Rabu, 4 Maret 2026.
Perlu diketahui bahwa sedekah energi merupakan program dari Mosaic, sedangkan Wakaf Energi merupakan program dari YPI Al Azhar. Keberadaan program tersebut diharapkan mendorong keterlibatan publik untuk mencapai target 100 Gigawatt (Gw) energi terbarukan di Indonesia.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam pidatonya, menyambut baik inisiatif ini, karena penting baginya untuk menguatkan inisiatif publik. Dan juga rumah ibadah dalam mewujudkan target Indonesia untuk bisa mencapai 100 Gigawatt energi terbarukan.
Menurutnya, wakaf energi mengingatkan teladan sahabat Nabi SAW, Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur dan kebun kurma. Yang dulu ia wakafkan untuk kedaulatan air.
Sedangkan wakaf energi merupakan ikhtiar untuk kedaulatan energi. Di mana program ini mengubah sinar matahari menjadi energi bersih untuk menghidupkan masjid dan fasilitas sosial.
“Ini aset produktif yang hasilnya untuk mendukung
dakwah pendidikan. Serta layanan sosial secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam pidato jarak jauhnya yang diputar pada kegiatan Kick Off Sedekah dan Wakaf Energi, Rabu, 4 Maret 2026.
Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, menyoroti pentingnya kolaborasi banyak pihak. Terutama untuk mengkampanyekan program ini.
Ia mengatakan, sedekah energi dan wakaf energi perlu dikampanyekan kepada para muzakki, wakif, dan orang-orang yang dermawan. Bahwa hari ini bisa sedekah dan wakaf, tidak hanya dalam bentuk bangunan melainkan energi.
“Kuncinya kita harus berkolaborasi. Dan masjid menjadi simbol bahwa kekuatan masyarakat itu ada pada sinergi,” jelasnya.
Program Sedekah Energi yang diinisiasi oleh MOSAIC sebelumnya telah menggerakkan lebih dari 21.000 donatur. Mereka bergerak untuk mendanai solarisasi di enam titik masjid di Indonesia yang telah menghasilkan daya 23.525 WP dari panel surya yang terpasang.
“Program ini juga melatih puluhan anggota
komunitas masjid setempat. Agar mampu mengelola teknologi panel surya atap secara mandiri,” kata Waryono.
Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana menyampaikan optimisme terhadap sinergi dengan Al Azhar. Sebab apa yang telah dirintis lewat sedekah energi membuktikan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu iklim.
“Dengan diintegrasikan Sedekah Energi bersama Wakaf Energi, kami berupaya menciptakan model pembiayaan hijau berbasis umat yang berskala jauh lebih besar. Serta lebih transparan, dan mampu mereplikasi solarisasi secara lebih masif di Indonesia,” katanya.
Sementara itu Ketua YPI Al Azhar, Zahrudin Sulthani, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi matahari sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan dalam Islam bahkan dianjurkan menggali energi untuk kemanfaatan manusia.
“Ini tantangan Alquran kepada kita semua. Oleh karena itu kita perlu sama-sama memanfaatkan energi matahari untuk solarisasi masjid-masjid untuk hemat energi listrik,” ujarnya.
Sekedar diketahui, baik Sedekah Energi maupun Wakaf Energi memiliki tujuan mendorong target pemenuhan energi terbarukan. Adapun implementasinya melalui solarisasi atau penerapan teknologi panel surya di masjid, mushola dan fasilitas lainnya.






