Berita  

Tahun Baru Imlek, Klenteng Hok Lay Kiong Ramai Pesembahyang

Avatar photo

Klenteng Hok Lay Kiong yang terletak di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mulai kedatangan masyarakat Tionghoa Kota Bekasi untuk melaksanakan sembahyang Imlek hari ini. Mereka berdatangan sejak pagi hari dan akan terus berdatangan hingga tengah malam nanti.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, selaku pelestari Klenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan mengatakan, persiapan menyambut Imlek sudah sejak seminggu lalu. Salah satu persiapan yaitu dengan membersihkan klenteng dan juga memasang lilin dan lampion.

Ia mengatakan, lilin dan lampion dipasang karena memiliki arti atau makna sebagai penerang. Sehingga dengan lilin dan lampion masyarakat Tionghoa berharap selalu mendapat penerangan atau petunjuk.

“Kalau untuk klenteng persiapan sudah sejak satu minggu lalu. Sudah mulai bersih-bersih pasang lilin dan juga lampion,” katanya, saat diwawancarai di Klenteng Hok Lay Kiong, Senin, 16 Februari 2026.

Ronny mengatakan, tidak ada waktu khusus bagi umat yang ingin bersembahyang di Klenteng. Sehingga umat datang secara bergantian silih berganti.

Pihak memperkirakan kurang lebih seribu orang akan datang ke Klenteng untuk sembahyang. Dengan puncak paling banyak terjadi pada tengah malam saat melakukan kegiatan doa bersama.

“Kalau untuk sembahyang Imlek bisa sampai seribuan orang. Tapi datangnya tidak serentak, karena tidak ada waktu khusus, ada yang pagi, siang dan malam bebas,” katanya.

Pada Imlek kali ini sebagai warga Tionghoa, Ronny berharap kehidupan yang lebih baik. Yang dipenuhi keberkahan dan kemakmuran serta keselamatan.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Tionghoa untuk merayakan Imlek dengan penuh suka cita. Namun tetap dengan penuh kesederhanaan dan tidak bereuforia berlebihan.

“Harapan kami agar tahun baru ini membawa kebaikan, panjang umur, banyak rezeki dan sehat. Sedangkan pesannya agar merayakan Imlek penuh dengan sukacita, penuh kesederhanaan dan tidak merayakan secara berlebihan,” katanya.

Sementara Ketua Klenteng Hok Lay Kiong, Benny Gunawan mengatakan, Imlek kali ini ada 100 lilin terpasang di klenteng. Dan 1.000 pasang lampion baik di dalam maupun luar Klenteng.

“Lilin dan lampion merupakan jalan penerangan bagi kehidupan yang akan datang. Dengan merayakan lilin atau lampion membuat terang jalan hidup kita, buat yang berusaha semoga bisa berhasil dan sukses,” ujarnya.

Benny juga berpesan bahwa pada Imlek kali ini masyarakat bisa lebih bersabar dalam bertindak dan bisa menahan emosi. Sebab Imlek kali ini merupakan Tahun Kuda Api.

“Kuda itu semangatnya itu kan kuat sekali. Karena kuat sekali kalau kita tidak bisa mengontrol justru bisa terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Tahun Baru Imlek akan jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang bukan saja ada di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *