Berita  

MRT Segera Terhubung Ke Kota Patriot, Ini Penjelasan Dishub Kota Bekasi

Avatar photo
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akhirnya memberikan penjelasan terkait Mass Rapid Transit (MRT) dari Jakarta yang akan melintasi Kota Bekasi.

Dari penuturan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, MRT yang menempuh rute Balaraja-Cikarang, pada dasarnya membutuhkan proses yang cukup panjang.

Pada pembahasan diawal MRT yang akan melintasi Kota Bekasi masuk pada tahap 2.

“Berkat kerjasama tim, akhirnya MRT tersebut bisa kita tarik melintasi Medansatria, Kota Bekasi,” terang Johan, Rabu 28/1/2026.

Sambung Johan, untuk mewujudkan rute MRT tersebut di Kota Bekasi, perlu adanya kerjasama semua pihak dalam hal pembebasan lahan hingga konstruksi pendukungnya.

“Kemenhub telah menyampaikan bahwa di tahun depan akan ada pembebasan lahan ribuan meter dengan anggaran sekitar Rp200 miliar lebih dan di tahun 2027 atau 2028 tahapan konstruksi dan hal ini menjadi harapan kita agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Bahkan, sampai saat ini proses sosialisasi terkait hal tersebut kepada warga sudah dilakukan dan pendataan dibantu oleh aparat Kecamatan juga sudah kita lakukan.

“Proses sosialisasinya juga sudah kita lakukan dengan dibantu oleh aparatur terkait di wilayah. Dan pada minggu depan di Bandung selama 3 hari akan ada pembahasan detail terkait pembebasan lahan yang diselenggarakan oleh Kemenhub dan mengundang Kota Bekasi,” ujarnya.

Terkait tahapan tersebut, Dishub Kota Bekasi telah menyiapkan lahan untuk naik dan turun dari MRT tersebut yang rencananya terletai disisi stasiun MRT.

Selain itu, Dishub Kota Bekasi juga sudah melakukan kajian agar para penumpang MRT sebagai penumpang Feeder MRT di wilayah utara Kota Bekasi hingga kepada pembuatan desain pelebaran jalan di wilayah Pejuang, Bekasi Utara, Kota Bekasi dengan tidak mengurangi kapasitas jalan yang sudah ada.

“Ada beberapa persiapan yang sudah kami lakukan, mulai dari lokasi untuk naik-turun penumpang, feeder MRT hingga kepada pelebaran jalan. Jadi, pada intinya Pemkot Bekasi siap mendukung pembangunan MRT,” katanya.

Johan pada kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa perpanjangan rute MRT yang nantinya melintasi Kota Bekasi, dikarenakan jumlah penumpangnya bisa mencapai sekitar 30 ribu per hari.

“Penumpang yang naik MRT dari Bekasi kurang lebih 30 ribu jumlahnya dan hal inilah yang membuat ketertarikan pusat untuk memperpanjang rutenya, bahkan prediksi konsultan Jepang pun memperkirakan hal serupa untuk jumlah penumpangnya” papar Johan lebih lanjut.

Diriya berharap, dengan kehadiran MRT di Kota Bekasi nantinya bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik, seperti MRT.

“Saya berharap dengan kehadiran MRT ini nantinya bisa mengurangi warga Bekasi yang menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas mereka bekerja dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Disela-sela jelang purna tugasnya sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan menitipkan pesan kepada seluruh jajaran Dinas Perhubungan Kota Bekasi untuk meneruskan apa yang sudah dikerjakan serta diperjuangkannya selama ini sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan bagi warga Kota Bekasi, khususnya ketersediaan sarana transportasi publik yang memadai serta efisien baik dari sisi waktu maupun biayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *