Berita  

Tanggul Kali Citarum Jebol, Warga Muaragembong Kebanjiran

Avatar photo

Tanggul Kali Citarum yang terletak di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bhakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi jebol. Akibatnya sejumlah rumah di lokasi dekat tanggul terendam banjir.

Salah seorang warga Zaiman menjelaskan, tanggul jebol terjadi pada Senin, 19 Januari 2026 pukul 23.00 WIB. Hal itu menyebabkan banjir setinggi 1 hingga 2 meter.

Bahkan menurutnya, ada tiga buah rumah yang mengalami kerusakan. Dengan rincian dua rusak sedang dan satu dalam kondisi rusak parah.

“Kalau jebolnya itu Senin malam. Airnya sampai masuk ke rumah itu bisa sampai dua meter pas awal jebol,” katanya, Selasa 20 Januari 2026.

Bahkan sejumlah warga ada yang mengungsi di rumah tetangga yang lebih aman. Hal ini dikarenakan rumah mereka tak lagi bisa ditempati.

“Ini warga pada ngungsi di rumah saya karena kan rumahnya pada rusak. Ada lima orang ini ngungsi di ruang atas,” kata Dian, salah seorang warga, yang rumahnya dijadikan salah satu tempat mengungsi tetangga.

Dian menjelaskan, peristiwa tanggul jebol terakhir terjadi pada 13 tahun lalu. Dan baru terjadi lagi Senin, 20 Januari 2026.

Ia berharap kejadian tersebut tidak lagi terulang. Dan tanggul yang jebol bisa diperbaiki dengan membangun tanggul permanen yang lebih berkualitas.

“Kalau banjir sering biasanya kalau air kalinya meluap, tapi kalau jebol baru sekarang terakhir tiga belas tahun lalu. Mudah-mudahan seh segera diperbaiki dengan yang permanen,” harapnya.

 

TNI Kerahkan Personil Bantu Pembangunan Tanggul Darurat

Sementara itu, sebanyak 50 personel TNI dikerahkan untuk membangun tanggul sementara atau darurat Kali Citarum yang jebol. Pembangunan tanggul dilakukan dibantu pihak Kepolisian dan juga warga setempat.

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Sabdo Aji Wibowo mengatakan, personel TNI sudah turun ke lokasi sejak Selasa, 20 Januari 2026 dini hari. Mereka bersama-sama dengan warga dan personil kepolisian bahu membahu membuat tanggul sementara.

Ia juga menjelaskan bahwa tanggul sementara dibangun dengan menggunakan sejumlah material. Mulai dari kayu Dolken, bambu, kawat, karung dan pasir.

“Kita melakukan perbaikan tanggul sementara bersama dengan warga dan personel kepolisian. Harapannya dengan tanggul ini air dari kali tidak sampai meluap dan mengakibatkan pemukiman warga banjir, ” katanya, saat memantau langsung proses perbaikan tanggul, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia juga menambahkan, pihak TNI tidak melakukan kegiatan evakuasi warga. Pasalnya warga untuk sementara mengungsi ke sejumlah tetangga dan kerabat.

“Kami menghimbau kepada warga agar senantiasa waspada. Mengantisipasi adanya bencana susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.

Ratusan KK Terdampak Banjir

Sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bhakti, Kecamatan, Muaragembong, Bekasi terdampak banjir akibat tanggul Citarum jebol.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pantai Bhakti, Nursan Susanto mengatakan, 130 KK terdampak banjir terdiri dari 515 orang. Mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia.

Ia menjelaskan, bahwa tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Hanya saja terdapat beberapa rumah warga rusak akibat banjir.

“Untuk warga terdampak banjir tidak ada yang kita evakuasi atau tinggal di pengungsian. Warga sementara mengungsi di rumah tetangga dan saudara yang bisa ditinggali,” katanya, saat dijumpai di lokasi, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia juga menjelaskan, bahwa sejumlah bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai berdatangan. Termasuk bantuan pembangunan tanggul sementara oleh pihak TNI dan Polri.

“Kami berterimakasih atas bantuan yang ada. Termasuk bantuan dari pihak TNI dan Polri yang telah membangun tanggul sementara, karena bantuan ini sangat bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pantai Bhakti, Wahyudi menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati. Ia juga meminta agar warga menjaga kesehatan.

“Tetap waspada dan berhati-hati dan senantiasa menjaga kesehatan. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesabaran dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan saat ini proses perbaikan tanggul sementara telah rampung. Sedangkan warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *