Opini  

Buruknya Tata Kelola Persampahan Kota Bekasi

Avatar photo
Ilustrasi TPS Sumurbatu, Kota Bekasi. (Foto: Ist/Net)

Penetapan darurat sampah oleh Pemkot Bekasi akibat Tempat Pembuang Akhir (TPA) Sumurbatu mengalami overload menunjukan buruknya tata kelola persampahan di Kota Bekasi.

Bayangkan, sebagai kota dengan penduduk padat, Kota Bekasi hanya mengandalkan TPA Sumurbatu sebagai solusi tunggal dalam menyelesaikan masalah sampah warga Kota Bekasi.

Harusnya, Kota Bekasi sudah jauh hari berpikir bagaimana tata kelola sampah yang baik.

Seperti memulai membangun sistem pengolahan sampah dari hulu yakni rumah tangga dan mempersiapkan teknologi pengolahan sampah yang tepat dan tentu ramah lingkungan.

Tapi yang terjadi, Kota Bekasi baru merintis upaya penanganan sampah dari hulu yakni dari rumah tangga dengan mengembangkan bank sampah lingkungan yang baru seumur jagung.

Sementara butuh waktu lama untuk melihat dampaknya, itupun dengan catatan jika program ini berjalan.

Dalam kondisi darurat, dibutuhkan solusi jangka pendek yang dampaknya bisa langsung dirasakan. Dan sampai saat ini Pemkot Bekasi belum memilikinya.

Memang benar, Pemkot Bekasi sempat merencanakan proyek Pembangki Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), tapi proyek ini urung berjalan. Bahkan Pemkot Bekasi melakukan pembatalan pemenang tender proyek tersebut pada 2024 silam. Meski kabarnya bakal dimulai kembali, namun hingga kini belum ada kepastian soal kelanjutan proyek ini.

Kabar baiknya, pemerintah pusat melalui Danantara melirik Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang akan dibangun proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy.

Proyek PSEL ini mungkin satu-satunya harapan Kota Bekasi untuk bisa menyelesaikan masalah persampahan. Meskipun proyek PSEL sendiri bukan tanpa resiko.

Meski mampu mengatasi sampah sebagai salah satu masalah lingkungan khususnya di perkotaan. Tapi menurut kajian para ahli lingkungan, proyek ini juga bisa memicu risiko besar salah satunya ancaman kesehatan masyarakat akibat polusi.

Belum lagi di luar itu, proyek ini bisa menimbulkan masalah keuangan negara karena membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Termasuk regulasi yang berbelit.

Dan dengan masalah yang sudah di depan mata ini, langkah apa yang bakal Pemkot Bekasi lakukan. Mampukah Pemkot Bekasi menyelesaikan masalah sampah di Kota Bekasi. Ataukah masalah ini akan menjadi problem Kota Bekasi yang tak pernah terurai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *