DPRD Kota Bekasi akan segera mengagendakan pemanggilan terhadap Pemkot Bekasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot untuk membahas proyek Wisata Air Kalimalang. Pasalnya proyek yang menelan biaya hingga Rp123 miliar tersebut hingga kini belum sekalipun dibahas secara resmi bersama para anggota dewan.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, mengatakan pembahasan bersama anggota DPRD Kota Bekasi sangat penting. Sebab proyek ini dibangun dengan biaya yang fantastis yang sumber keuangannya salah satunya dari APBD Kota Bekasi.
“Kita akan segera agendakan rapat untuk membahas soal proyek ini, karena memang belum pernah kita bahas. Pembahasan ini penting, apalagi ini menyangkut pembiayaan yang tidak sedikit,” katanya, kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, dengan pemanggilan tersebut DPRD ingin mengetahui secara detail tentang proyek tersebut. Dan yang paling penting DPRD ingin mengetahui sejauh mana proyek ini bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi DPRD Kota Bekasi, selama proyek ini memberikan manfaat tentu DPRD akan memberikan dukungan. Namun jika memang tidak ada manfaatnya, tidak ada salahnya menurut DPRD jika proyek bersangkutan ditinjau ulang.
“Kita lihat apakah proyek ini bermanfaat atau tidak bagi masyarakat. Kalau tidak ada manfaatnya, tidak masalah kalau ditinjau ulang,” katanya.
Pria yang akrab disapa Nung tersebut juga menekankan, pentingnya transparansi terhadap seluruh proyek yang dikerjakan oleh pemerintah daerah. Apalagi jika proyek tersebut sumber pembiayaannya berasal dari keuangan negara.
“Transparansi itu yang paling penting. Bukan hanya transparan dengan kami anggota dewan saja, tapi juga harus diketahui oleh aparat penegak hukum,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Sekadar diketahui, proyek Wisata Air Kalimalang saat ini tengah dalam proses pembangunan dan direncanakan beroperasi dalam waktu dekat.
Adapun proyek tersebut diproyeksikan menelan anggaran Rp123 miliar yang sumber pembiayaannya berasal dari APBD Kota Bekasi sebesar Rp30 miliar, APBD Provinsi Jawa Barat Rp60 miliar dan Corporate Social Responsibility (CSR) Rp33 miliar.






