Tak Cukup Skincare, Inilah Nutrisi Penting yang Bisa Membuat Kulitmu Glowing

Kulit merupakan salah satu organ terbesar pada tubuh manusia. Kondisi kesehatan tubuh akan tercermin pada tampilan kulit. Bahkan, sekalipun seseorang memiliki rutinitas perawatan kulit yang baik, akan sulit mendapatkan tampilan kulit glowing—sehat dan bercahaya—jika asupan nutrisi tidak seimbang.

Faktor nutrisi, gaya hidup, dan manajemen stres sangat mempengaruhi kondisi kesehatan kulit. Pola makan sehat juga bermanfaat bagi seluruh tubuh, termasuk kulit. Jadi, dalam mengaplikasikan produk-produk kecantikan (skincare), sebaiknya kamu mengimbangi dengan nutrisi yang seimbang dan menjalankan gaya hidup sehat.

Nah, dilansir dari situs Kementerian Kesehatan Indonesia, berikut beberapa nutrisi penting yang perlu kamu dapatkan untuk memiliki kulit glowing.

Nutrisi Penting untuk Kulit Glowing

Nutrisi terkait erat dengan kesehatan kulit dan diperlukan untuk semua proses biologis kulit dari masa muda hingga lanjut usia. Tingkat kecukupan nutrisi yang optimal dan kebiasaan makan yang sehat dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan kulit.

Namun demikian, terdapat zat gizi tertentu yang memiliki manfaat spesifik bagi kesehatan kulit.

Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel kulit serta mencegah timbulnya kanker kulit. Kekurangan asupan vitamin A menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Kebutuhan vitamin A per hari bagi laki-laki dewasa adalah 650 RE dan bagi perempuan dewasa adalah 600 RE.

Makanan sumber vitamin A antara lain hati, kuning telur, sayuran berwarna hijau tua, buah-buahan berwarna kuning-jingga seperti bayam, daun singkong, kangkung, wortel, tomat, pepaya, dan manga. Namun, tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin A dosis tinggi tanpa pengawasan medis karena dapat mengakibatkan kerusakan organ.

Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan penting yang berperan dalam sintesis kolagen dan regenerasi sel-sel kulit. Kekurangan asupan vitamin C dapat menyebabkan kulit kering dan kasar serta munculnya keriput dini.

Kebutuhan vitamin C harian bagi orang dewasa di atas 18 tahun adalah 75-90 mg. Vitamin C dapat diperoleh dari pangan nabati seperti sayur dan buah, seperti jeruk, nanas, papaya, dan tomat. Vitamin C juga banyak terdapat dalam sayuran jenis daun-daunan dan kol.

Vitamin E

Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel kulit dari efek radikal bebas dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Kerusakan UV pada kulit dapat menyebabkan munculnya flek hitam, keriput, dan tanda-tanda penuaan lainnya. Kebutuhan vitamin E pada orang dewasa adalah 15 mg per hari.

Sumber utama vitamin E antara lain minyak biji gandum, minyak bunga matahari, kacang almond, kacang tanah, dan alpukat.

Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 diperlukan untuk membantu menjaga kulit tetap kenyal dan lembab. Kekurangan asam lemak omega-3 dapat menyebabkan kulit kering dan sensitif.

Asam lemak omega-3 juga mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan kulit tampak kemerahan dan berjerawat. Makanan sumber asam lemak omega-3 antara lain ikan dan kacang-kacangan.

Zinc

Zinc adalah mineral yang banyak ditemukan pada daging, hati, kerang, dan telur. Zinc membantu mempertahankan integritas kulit dan mendukung penyembuhan luka.

Polifenol

Polifenol berperan dalam menunda timbulnya penuaan dini pada kulit terutama karena sifat antioksidannya. Polifenol juga mendukung sistem pertahanan sel-sel kulit terhadap radiasi UV dan bakteri patogen.

Polifenol banyak ditemukan dalam rempah-rempah, buah-buahan, dan minuman yang berasal dari tumbuhan seperti jus buah, teh hijau, dan kopi. Sayuran, biji-bijian, coklat, dan kacang polong juga merupakan sumber polifenol.

Probiotik

Probiotik dikenal sebagai bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Fungsi probiotik adalah menekan pertumbuhan bakteri patogen dan memperkuat lapisan dinding usus. Selain itu, probiotik juga bermanfaat menjaga kesehatan kulit.

Peran probiotik dalam kesehatan kulit yaitu mengurangi peradangan pada kulit, memperkuat skin barrier, serta melindungi kulit dari kerusakan akibat stres oksidatif. Probiotik ditemukan pada produk makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, tempe, dan kimchi.

Makanan yang Dihindari

Selain makanan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit, ada juga makanan yang harus dihindari karena dapat merusak kesehatan kulit.

Karbohidrat Sederhana

Konsumsi karbohidrat sederhana mempengaruhi dua penyebab utama jerawat yaitu ketidakstabilan hormonal dan peningkatan reaksi peradangan. Saat mengkonsumsi karbohidrat sederhana seperti gula putih dan olahan tepung, kadar gula darah Anda meningkat secara cepat dan pankreas merespon dengan melepaskan insulin.

Insulin adalah hormon yang berfungsi menurunkan gula dari darah dengan memasukkannya ke dalam sel untuk digunakan. Kelebihan insulin dalam darah dapat menyebabkan kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyak dan meningkatkan risiko jerawat.

Konsumsi karbohidrat sederhana yang berlebihan juga meningkatkan akumulasi Advanced Glycation End Products (AGEs). AGEs merupakan produk ikatan antara kandungan gula darah yang berlebih dengan protein dari hasil reaksi glikosilasi non-enzimatik. AGEs mempengaruhi fungsi protein dalam lapisan dermis pada kulit dan meningkatkan risiko penuaan.

Lemak Jenuh

Makanan tinggi lemak jenuh selain dapat menyebabkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti stroke dan penyakit jantung, juga berdampak pada kondisi kulit. Diet tinggi lemak jenuh akan menghambat proses regenerasi kulit karena meningkatkan stres oksidatif dan respon inflamasi, mengurangi sintesis protein, dan juga dapat menyebabkan perubahan morfologi pada kulit.

Oleh karena itu, perlu pembatasan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Sumber lemak jenuh di antaranya makanan yang diolah dengan cara digoreng, daging berlemak, jeroan, serta produk olahan susu seperti keju, mentega, dan es krim.

Makanan yang dikonsumsi secara signifikan mempengaruhi kesehatan tubuh. Kulit mencerminkan kesehatan tubuh sehingga nutrisi kulit dari dalam maupun luar merupakan resep utama untuk mendapatkan tampilan kulit glowing.


Sumber: Kementerian Kesehatan Indonesia

Foto: Ilustrasi (Unsplash)

Tinggalkan komentar