Salah Satunya “Frugal Living”, Ini 4 Tips Atur Uang untuk Generasi Z

Bagaimana sebaiknya generasi Z mengelola keuangan pribadi, di saat pendapatan mereka pas-pasan namun pengeluaran cukup besar? Literasi keuangan, perencanaan anggaran, dan gaya hidup hemat menjadi kunci bagi mereka untuk mencapai tujuan finansial. Berikut ulasannya.

Gen Z, generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, kini mulai memasuki dunia kerja. Diiringi dengan ambisi untuk mencapai kebebasan finansial, Gen Z dihadapkan dengan realita yang berbeda.

Hasil riset menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih boros, sulit menabung, dan kurang peduli dengan investasi. Hal ini tentu dapat berakibat fatal bagi kondisi keuangan mereka di masa depan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Salah satu faktor utama adalah tingkat literasi keuangan Gen Z yang masih rendah.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan Gen Z hanya mencapai 44,04%, jauh di bawah rata-rata nasional yaitu 59,7%. Hal ini menunjukkan bahwa Gen Z masih kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan.

Faktor lainnya adalah gaji Gen Z yang umumnya masih “cukup” untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan skill yang masih minim, Gen Z belum memiliki kemampuan untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Ditambah lagi dengan gaya hidup konsumtif yang dipromosikan di media sosial, membuat Gen Z mudah tergoda untuk menghabiskan uang mereka.

Tips Jitu Mengelola Keuangan untuk Gen Z

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, bukan berarti Gen Z tidak bisa mencapai kebebasan finansial.

Berikut adalah beberapa tips jitu yang dapat membantu Gen Z dalam mengelola keuangan mereka:

1. Meningkatkan Literasi Keuangan

Langkah pertama yang paling penting adalah meningkatkan literasi keuangan. Gen Z dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk belajar tentang keuangan, seperti website, aplikasi, dan video edukasi.

Selain itu, mengikuti seminar atau workshop keuangan juga bisa menjadi pilihan yang tepat.

2. Menerapkan Gaya Hidup Hemat (Frugal Living)

Gen Z perlu menerapkan gaya hidup hemat dengan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan.

3. Meningkatkan Penghasilan dengan Skill Baru

Di era digital ini, Gen Z memiliki banyak peluang untuk meningkatkan penghasilan dengan mempelajari skill baru. Kursus online dan platform daring dapat dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai skill yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti coding, desain, dan marketing.

4. Batasi Kenaikan Pengeluaran

Saat mendapatkan kenaikan gaji, Gen Z perlu menahan diri untuk tidak langsung meningkatkan gaya hidup mereka.

Sebaiknya, kenaikan gaji tersebut digunakan untuk menabung, berinvestasi, atau melunasi utang.

Itulah tips mengelola keuangan untuk Gen Z. Semoga bermanfaat ya!


* Referensi: Kemenkeu

* Foto: Ilustrasi (Unsplash/Paolo)


* Tips mengelola keuangan pribadi secara umum dan singkat:

Catat:

  • Pendapatan & pengeluaran.
  • Gunakan aplikasi budgeting.

Buat anggaran:

  • Sesuaikan dengan kebutuhan & tujuan.
  • Gunakan format 50/30/20 (opsional).

Prioritaskan kebutuhan:

  • Buat daftar kebutuhan & keinginan.
  • Tunda/batalkan pembelian yang tidak penting.

Sisihkan untuk tabungan & investasi:

  • Menabung minimal 10% dari pendapatan.
  • Mulai belajar investasi.

Hindari utang:

  • Lunasi utang secepat mungkin.

Pantau keuangan:

  • Lakukan evaluasi keuangan berkala.
  • Lakukan penyesuaian jika diperlukan.
  • Konsultasikan dengan perencana keuangan jika diperlukan.

Selamat mencoba ya!

Tinggalkan komentar