Resesi Ekonomi Bisa Terjadi Kapan Saja, Ini 5 Tips Ngatur Keuangan Pribadi yang “Tahan Banting” dalam Semua Kondisi

Resesi memang menjadi momok menakutkan yang menghantui perekonomian global, tak terkecuali Indonesia. Penurunan signifikan aktivitas ekonomi ini tak hanya berefek pada pemerintah, tapi juga masyarakat luas.

Berbagai dampak resesi mengintai, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja, hingga melonjaknya angka kemiskinan.

Namun, jangan panik! Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, kita dapat meminimalisir dampak resesi dan menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Berikut 5 tips jitu yang bisa kamu terapkan untuk membangun ketahanan keuangan pribadi:

1. Perkuat Dana Darurat

Persiapkan dana darurat yang lebih besar, minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana ini menjadi penyelamat saat situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau musibah.

Alokasikan minimal 10% penghasilan bulanan untuk dana darurat. Simpan di tempat aman dan terpercaya seperti bank, reksa dana pasar uang, atau deposito. Dana darurat adalah bantalan finansial yang menenangkan di kala krisis.

2. Diversifikasi Penghasilan

Jangan mengandalkan satu sumber penghasilan. Kembangkan hobi dan keahlian Anda untuk menghasilkan uang tambahan.

Era digital membuka peluang baru. Manfaatkan platform online untuk membangun bisnis.

3. Pilih Investasi Aman dan Tepat

Investasi dapat meningkatkan penghasilan, namun pilihlah yang aman di tengah resesi.

Perencana keuangan umumnya merekomendasikan instrumen yang tahan terhadap perlambatan ekonomi, seperti emas.

Mulai beralih ke investasi tepat saat ekonomi masih stabil. Lakukan riset, pahami produk investasi, dan konsultasikan dengan ahli untuk memaksimalkan keuntungan.

4. Hindari Hutang Jangka Panjang

Suku bunga bank akan naik signifikan saat resesi. Hindari mengambil pinjaman berjangka panjang. Kurangi perilaku konsumtif dan atur strategi keuangan.

Sebagai alternatif, pertimbangkan perbankan syariah yang mengelola dana publik dengan siklus bisnis sehat dan akad yang jelas.

5. Belanjakan Uang dengan Bijak

Konsumsi masyarakat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Prioritaskan kebutuhan primer dan sekunder. Hindari pembelian impulsif dan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan.

Atur pengeluaran dan pendapatan dengan baik untuk menjaga kesehatan keuangan di tengah ketidakpastian.

Pepatah “sedia payung sebelum hujan” sangatlah tepat. Persiapkan pengelolaan keuangan yang baik sejak dini.

Itulah ulasan tentang tips mengantisipasi resesepi keuanga dalam pengelolaan keuangan pribadi. Semoga bermanfaat ya!


* Referensi: Kemenkeu

* Foto: Ilustrasi (Unsplash/Marga)

Tinggalkan komentar