Pemkot Bekasi Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan menggencarkan sosialisasi pencegahan dan pengobatan penyakit kaki gajah atau filariasis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nurchandrani mengatakan, Kota Bekasi termasuk endemi (daerah tetap) penyebaran penyakit yang bisa membuat kaki penderitanya bengkak itu.

“Kami gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan memberikan obat bagi penderitanya,” kata Anne saat dihubungi, Sabtu (10/10/2015).

Baca juga:  Bawaslu Kota Bekasi Gelar Evaluasi Kelembagaan

Belum lama ini, di Puskesmas Kecamatan Jatisampurna, misalnya, dari 300 pasien yang diperiksa, tiga di antaranya positif menderita kaki gajah. Penderita rata-rata berusia 40 tahun ke atas.

“Masyarakat menganggap penyakit ini biasa saja. Padahal harus segera diobati,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Jatisampurna, Riris Aruan.

Baca juga:  Sukseskan Pilkada, Puskesmas Sumurbatu Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis Calon Pantarlih

Riris menjelaskan, dari analisa data yang ada, penderita kaki gajah di wilayahnya tinggal di daerah dengan sanitasi buruk dan berasal dari keluarga miskin.

“Di daerah Jatisampurna kan masih banyak lahan rawa, kebun atau empang. Kalau kondisinya kotor, banyak nyamuk, itu bisa menjadi penyebab kaki gajah,” kata Riris.

Baca juga:  Bawaslu Kota Bekasi Diminta Awasi Dana Kampanye Calon Kepala Daerah

Seperti diketahui, kurang lebih ada 23 jenis nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit menular ini seperti nyamuk Anopheles, Culex, Aedes, Mansonia dan Armigeres. (Res)

Tinggalkan komentar