Pelan tapi Pasti, Ini 3 Tahapan Perencanaan Keuangan Pribadi untuk Mencapai Financial Freedom

Mencapai kemandirian financial, atau financial freedom, memang membutuhkan perencanaan keuangan pribadi yang matang. Ada beberapa “tangga” atau tahapan yang perlu kamu lalui untuk mencapai financial freedom.

Konsultan keuangan Prita Hapsari Ghozie menjelaskan, cara terbaik untuk mengumpulkan kekayaan pribadi—khususnya bagi keluarga atau rumah tangga—adalah dengan menabung dan berinvestasi. Sayangnya, pada tahap investasi, banyak orang yang gagal—salah satu penyebabnya karena kurang memperhatikan tahapan perencanaan keuangan. Untuk itu, sebaiknya tahapan tersebut dilalui secara berurutan—jangan lompat-lompat.

Berikut beberapa tahapan perencanaan keuangan pribadi yang harus kamu lalui untuk mencapai financial freedom:

1. Fokus Memenuhi 4 Kebutuhan Dasar

Tahapan pertama dalam perencanaan keuangan adalah memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dengan baik. Di luar biaya hidup sehari-hari, ada empat kebutuhan dasar yang perlu kamu penuhi:

Dana Darurat:

Menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau keadaan darurat medis. Kamu bisa menabung dana darurat di tabungan biasa.

Dana Pembelian Rumah:

Menabung untuk membeli rumah atau tempat tinggal yang stabil. Dana pembelian rumah tinggal biasanya tergolong tujuan jangka menengah, antara 2 tahun sampai 5 tahun.

Dana Pendidikan:

Merencanakan dana untuk pendidikan anak-anak di masa depan. Prioritaskan dana untuk pendidikan tinggi—karena biaya kuliah sangat cepat naiknya.

Dana Pensiun:

Memastikan memiliki rencana keuangan yang mencukupi untuk pensiun. Kamu bisa menabung, atau membeli aset yang bisa menjadi tabungan untuk masa pensiun.

2. Mengumpulkan Dana untuk Dibelikan Aset Produktif

Tahap kedua, mengumpulkan dana untuk dibelikan aset produktif. Aset produktif memiliki arti bahwa dari aset tersebut maka rumah tangga akan dapat menikmati penghasilan secara berkala dari hasil investasi.

Di daerah perkotaan, misalnya, banyak orang berinvestasi rumah. Ada yang disewakan langsung, atau dibuat menjadi tempat kos maupun ruko—jika memungkinkan. Dengan demikian, rumah tersebut bisa menghasilkan uang secara rutin. Harga rumah itu sendiri cenderung naik di masa depan.

3. Menikmati Penghasilan Pasif dari Aset Produktif

Tahap ketiga, menikmati penghasilan pasif dari aset produktif. Saat aset yang dimiliki sudah memberikan hasil berkala, kamu hampir mencapai financial freedom.

Disaranan, apabila kamu masih dalam usia produktif dan masih bekerja aktif, maka hasil investasi ini sebaiknya digunakan untuk membeli aset investasi lain. Nantinya, saat kamu memasuki masa pensiun, maka hasil investasi dari aset produktif ini dapat digunakan untuk memenuhi biaya hidup harian.

Pada tahapan pensiun atau tidak bekerja—tapi kamu tetap memiliki penghasilan dari investasi—maka secara terminologi, kamu sudah memasuki kemerdekaan finansial.

Itulah ulasan tentang tahapan perencanaan keuangan untuk mencapai finansial freedom. Semoga bermanfaat ya!


* Referensi: pritaghozie.com

* Foto: Ilustrasi (Unsplash)

Tinggalkan komentar