Mengusir Rasa Malas, Inilah 3 Motivasi Hidup Orang Jepang, Sederhana tapi Membuatmu Sukses

Malas, rasa malas, atau kemalasan merupakan hal yang umum terjadi. Setiap orang pasti pernah mengalami rasa malas. Baik itu mager alias malas bergerak, malas bekerja, malas belajar, malas beribadah, atau benar-benar tidak ingin melakukan apa pun. Penyebab malas pun beragam, mungkin karena lelah fisik dan pikiran, atau kehilangan motivasi dalam melakukan sesuatu.

Malas memang topik yang agak sulit didefinisikan. Indikator malas, atau bagaimana kita ‘melabeli’ seseorang sebagai pemalas, sejauh ini hanya berdasarkan pandangan subyektif. Tidak ada tolak ukur universal untuk mengelompokkan seseorang sebagai pemalas atau bukan.

Malas sendiri juga merupakan sesuatu yang fluktuatif, naik turun, seperti halnya rasa semangat. Saat melakukan pekerjaan yang baru, misalnya, kita cenderung bersemangat. Namun, seiring berjalannya waktu, karena mungkin terlalu monoton, pekerjaan tersebut menjadi membosankan. Akhirnya, kita menjadi malas.

Secara sederhana, kita bisa menyimpulkan, rasa malas adalah kondisi di mana kita “kehilangan motivasi” untuk melakukan sesuatu yang bersifat produktif dan bermanfaat bagi diri kita—padahal kita mampu untuk melakukannya. Meski umum terjadi, namun jika rasa malas tersebut berlarut-larut, itu tentu mengurangi produktivitasmu. Beberapa kecenderungan rasa malas antara lain suka menunda pekerjaan, merasa pesimis, merasa tidak mampu sebelum mencoba, atau terlalu menyepelekan kemalasan itu sendiri.

Nah, kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana orang-orang Jepang—yang terkenal pekerja keras—mengatasi rasa malas. Ternyata, kunci orang Jepang mengatasi rasa malas terletak pada motivasi hidup yang mereka miliki. Berikut beberapa cara sederhana orang Jepang mengatasi rasa malas, sehingga mereka tetap produktif sepanjang hari:

1. Hidup yang Bernilai: Ikigai

Ikigai merupakan satu motivasi orang Jepang yang paling terkenal. Bahkan, para peneliti mengaitkan Ikigai dengan banyak hal positif dalam kehidupan seperti kesehatan, hubungan, kebahagiaan, dan produktivitas. Ikigai juga disebut sebagai rumus rahasia umur panjang orang-orang Jepang. Jepang sendiri merupakan negara yang memiliki populasi centenarian, atau orang dengan umur 100 lebih, terbanyak di dunia.

Secara sederhana, Ikigai artinya adalah hidup yang bernilai—inilah motivasi tertinggi orang Jepang. Dengan memiliki Ikigai, berarti seseorang telah menemukan alasan mengapa mereka harus bangun pagi dan melakukan aktivitasnya. Untuk menemukan Ikigai, kita bisa mengajukan empat pertanyaan mendasar pada diri kita sendiri: Apa yang saya sukai? Apa yang saya kuasai? Apa yang bisa ‘dibayar’ orang lain dari saya? Apa yang bisa saya berikan kepada dunia (di luar saya)?

Dengan menemukan dan mempraktikkan Ikigai, maka kita bisa mengatasi rasa malas dalam menjalankan aktivitas yang produktif. Kita bisa lebih nyaman dalam berkegiatan, lebih fokus, lebih terarah, dan lebih bermakna. Jika kita sudah bisa bekerja atau beraktivitas dengan Ikigai, maka hidup pun terasa lebih positif.

2. Hidup yang Tetap Menyala: Ganbaru

Ganbaru, atau Gambaru, adalah kata yang sering digunakan dalam bahasa Jepang untuk menggambarkan seseorang yang ‘berdiri teguh’ dalam menggapai keinginannya. Betapa pun kesulitan dan rintangan menghalangi, seseorang yang memiliki tekad Ganbaru akan berjuang keras, penuh kegigihan, keuletan, ketekunan, kesabaran, ketegaran, untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Ganbaru memiliki arti harfiah ‘menyala’.

Pada saat Kota Kobe di Jepang diterpa gempa dahsyat yang menyebabkan sekitar 6.000 lebih orang meninggal, ungkapan “Ganbaru Kobe” menjadi penyemangat ketika mereka membangun kembali kotanya yang telah hancur. Dalam sejarahnya, Ganbaru mengalami pergeseran makna, dari yang awalnya bernuansa negatif, seperti keras kepala, kini telah menjadi motivasi positif yang kuat untuk melawan rasa malas bagi orang Jepang.

Jika kamu sering merasa malas, cobalah untuk menerapkan motivasi ini. Jadilah seseorang yang tidak mudah menyerah kepada kesulitan, termasuk rasa malas. Tekad Ganbaru mengingatkan kita tentang pentingnya berjuang atau berusaha, apa pun hasil yang kita dapatkan. Dengan proses ini, kita justru menemukan banyak sekali pelajaran hidup, baik dalam bentuk kesenangan maupun kesusahan.

3. Mulailah dari Hal Kecil: Kaizen

Dalam menjalani hidup, terkadang kita terlalu fokus pada hal-hal besar. Kita memiliki begitu banyak impian atau keinginan, kemudian kita menyusun rencana-rencana hebat untuk mencapainya. Seringkali, kita ‘tergiur’ mendapatkan hasil sebesar-besarnya dengan waktu sesingkat-singkatnya. Sayangnya, ini bukanlah hal yang mudah kita lakukan.

Nah, orang Jepang memiliki motivasi Kaizen, yang artinya perbaikan berkesinambungan. Kaizen menekankan pentingnya melakukan hal-hal kecil yang konsisten. Dengan hal-hal kecil, kita bisa terhindar dari rasa malas, sebab kita merasa mudah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Ini mirip dengan ungkapan “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.” Orang Jawa juga punya ungkapan yang mirip: “Alon-alon asal kelakon”, pelan-pelan yang penting sampai.

Dengan fokus pada perbaikan kecil, kita bisa dengan mudah mengenali sesuatu yang tidak perlu, sesuatu yang perlu, dan pada akhirnya fokus pada sesuatu yang benar-benar efektif. Dalam bukunya berjudul “Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success”, penulis Masaaki Imai menyebut, Kaizen merupakan gabungan dari kata kunci “perubahan” (Kai) dan Kebijaksanaan (Zen).

Itulah tiga motivasi orang-orang Jepang yang bisa mengusir rasa malas dan membantumu untuk lebih sukses dalam berbagai hal. Dan tidak hanya itu, orang-orang Jepang juga memiliki motivasi lain yang menarik seperti Wabi-sabi yang artinya mencintai diri sendiri atas segala kelebihan dan kekurangan kita. Atau motivasi Shoshin, yang berarti memandang segala sesuatu layaknya orang yang belum tahu, sehingga kita mau untuk belajar terus menerus seperti layaknya orang yang tidak tahu apa-apa.

Untuk menjaga fisik dan pikiran kita selalu sehat, orang Jepang pun punya motivasi hidup yang bagus. Misalnya ada Hara hachi bu, yang menganjurkan kita berhenti makan setelah merasa 80% kenyang. Atau Shirin-yoku, yang bermakna mengakrabkan diri kita dengan alam. Dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat ya!


Referensi: Dari berbagai sumber

Foto: Ilustrasi (Unsplash)

Satu pemikiran pada “Mengusir Rasa Malas, Inilah 3 Motivasi Hidup Orang Jepang, Sederhana tapi Membuatmu Sukses”

Tinggalkan komentar