Mengenal Proses Pengolahan Kopi dari Kebun Hingga Kita Minum

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Diperkirakan, lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi kopi setiap hari.

Kopi memiliki cita rasa yang khas dan dapat memberikan rasa semangat dan konsentrasi.

Namun, tahukah Anda bagaimana perjalanan biji kopi dari kebun buah hingga ke cangkir, dan akhirnya kita seruput?

Perjalanan ini dimulai dari kebun kopi, di mana pohon kopi ditanam dan dirawat dengan penuh perhatian.

Penanaman

Kopi adalah tanaman tropis yang tumbuh di ketinggian 600-2.000 meter di atas permukaan laut. Kopi membutuhkan curah hujan yang cukup dan tanah yang subur.

Kopi robusta umum ditanam di ketinggian lebih rendah, sedangkan kopi arabika ditanam di kebun yang lebih tinggi.

Pohon kopi biasanya ditanam dengan jarak 2-3 meter antar pohon. Pohon kopi membutuhkan waktu sekitar 3-5 tahun untuk mulai berbuah.

Panen

Ceri kopi dipanen ketika sudah matang. Ceri kopi yang matang berwarna merah atau kuning, tergantung varietasnya. Panen kopi biasanya dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan.

Petani kopi harus memetik ceri kopi dengan hati-hati agar tidak merusak biji kopi di dalamnya.

Proses pasca panen

Setelah dipanen, ceri kopi harus diolah untuk menghasilkan biji kopi. Proses pasca panen kopi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu proses basah dan proses kering.

Proses basah

Pada proses basah, ceri kopi dikupas kulitnya dan kemudian difermentasi. Proses fermentasi ini bertujuan untuk menghilangkan lendir yang masih menempel pada biji kopi. Setelah fermentasi, biji kopi dikeringkan.

Proses kering

Pada proses kering, ceri kopi dikeringkan tanpa dikupas kulitnya. Proses pengeringan ini bisa memakan waktu hingga beberapa minggu.

Penyangraian

Setelah diproses pasca panen, biji kopi siap untuk disangrai. Proses sangrai ini bertujuan untuk mengembangkan aroma dan rasa kopi.

Proses sangrai modern dilakukan dengan memanaskan biji kopi dalam mesin roastig dengan suhu yang tinggi.

Suhu sangrai yang berbeda-beda, di mana kopi itu dikeluarkan dari mesin, akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda pula.

Bubuk

Biji kopi yang sudah disangrai kemudian digiling menjadi bubuk. Bubuk kopi inilah yang digunakan untuk menyeduh kopi. Tingkat kehalusan bubuk bisa bervariasi, tergantung dengan alat apa kopi akan diseduh.

Pengemasan

Bubuk kopi yang sudah digiling kemudian dikemas untuk dijual. Bubuk kopi bisa dikemas dalam kemasan kaleng, kemasan kertas, kemasan aluminium foil, atau kemasan plastik.

Penjualan

Bubuk kopi yang sudah dikemas dijual ke konsumen. Bubuk kopi bisa dibeli di toko-toko, supermarket, atau kedai kopi.

Penyeduhan

Bubuk kopi yang sudah dibeli kemudian diseduh untuk menghasilkan minuman kopi. Kopi bisa diseduh dengan berbagai cara, seperti diseduh dengan air panas, diseduh dengan espresso machine, atau diseduh dengan French press.

Demikianlah perjalanan kopi dari kebun hingga ke cangkir Anda. Proses yang panjang dan rumit ini menghasilkan minuman kopi yang nikmat dan menyegarkan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rasa Kopi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rasa kopi, yaitu:

Jenis biji kopi.

Ada dua jenis biji kopi utama, yaitu arabika dan robusta. Biji kopi arabika memiliki rasa yang lebih kompleks dan halus, sedangkan biji kopi robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan pahit.

Tinggi tempat tumbuh.

Kopi yang tumbuh di ketinggian yang lebih tinggi biasanya memiliki rasa yang lebih asam.

Metode pengolahan.

Proses pasca panen yang berbeda akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda pula.

Metode sangrai. Suhu sangrai yang berbeda-beda akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda pula.

Perjalanan kopi dari kebun hingga ke cangkir Anda adalah perjalanan yang panjang dan rumit.

Namun, perjalanan ini menghasilkan minuman kopi yang nikmat dan menyegarkan.

Menarik bukan? Selamat ngopi!


* Dari berbagai sumber

* Foto: Buah kopi (Unsplash)

Tinggalkan komentar