Berita  

Memasuki Puncak Musim Kemarau, BPBD Bekasi Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan

Avatar photo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mulai bersiaga menghadapi ancaman kekeringan yang bisa melanda wilayah Kabupaten Bekasi. Langkah ini diambil seiring memasuki musim kemarau yang diprediksi akan jatuh pada bulan Juli hingga September 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan yakni menyiapkan personil. Serta sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kekeringan.

Ia bahkan menyebut, delapan unit armada disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Yakni saat terjadi krisis air di wilayah terdampak.

“Kami sudah mempersiapkan personel dan armada. Kami memiliki armada water tank yang disiagakan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan air bersih,” katanya, Jumat, 12 Juni 2026.

Dody menjelaskan, pengalaman musim kemarau tahun 2024 menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya terjadi di wilayah selatan Bekasi. Tetapi juga wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, wilayah utara memiliki kerentanan tersendiri. Pasalnya sebagian sumber air mengalami peningkatan kadar garam atau salinitas akibat intrusi air laut.

“Pengalaman tahun 2024, wilayah utara juga terdampak karena sumber air sungainya sudah terkontaminasi air laut. Saat itu sekitar 11 sampai 12 kecamatan terdampak kekeringan,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air dan menyiapkan sarana penampungan seperti toren atau tandon air. Ini penting sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

“Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan. Sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Bekasi,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *