Anggota DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansah memanen sejumlah aspirasi dari warga selama pelaksanaan reses dari tanggal 7 Juli hingga 12 Juli 2026 mendatang.
Sejumlah aspirasi berdatangan dari warga kepadanya dari mulai persoalan pembangunan infrastruktur lingkungan seperti saluran air dan jalan lingkungan hingga pembangunan sekretariat RT dan RW. Serta usulan pendirian SMP negeri dan pengajuan program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Menurut Rudy Heryansah mengatakan, usulan mengenai infrastruktur lingkungan menjadi aspirasi yang paling banyak masuk melalui dirinya. Pasalnya banyak wilayah yang memang infrastruktur lingkungannya belum memadai baik itu jalan lingkungan atau saluran air.
Sedangkan menurutnya, baik jalan lingkungan maupun saluran air menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya memperjuangkan aspirasi tersebut agar terealisasi pada tahun 2026 ini melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada APBD Perubahan Kota Bekasi 2026.
“Selama reses usulan yang mendominasi masih kisaran infrastruktur. Serta sejumlah permasalahan sosial yang mengemuka di masyarakat,” katanya, Jumat, 9 Juli 2026.
Di samping infrastruktur, ia juga mendapat aspirasi warga Kelurahan Harapan Mulya yang menginginkan pendirian SMP negeri di wilayah mereka. Pasalnya di lingkungan mereka tidak ada SMP negeri.
Ia mengatakan, akibat tidak adanya SMP negeri banyak warga Harapan Mulya tidak bisa sekolah di SMP negeri setelah lulus SD. Sebab selalu gugur ketika mengikuti SPMB lewat jalur domisili.
“Warga Harapan Mulya menginginkan dibangun SMP negeri oleh pemerintah karena disana tidak punya sekolah SMP. SMP negeri jauh dari sana sehingga kalau mendaftar lewat jalur domisili selalu kalah,” katanya, kepada wartawan.
Dan yang tidak kalah penting, Rudy banyak menerima usulan program bantuan Rutilahu bagi warga tidak mampu yang rumahnya sudah tidak layak huni.
Selama reses ada sekitar 15 usulan warga mengenai program bantuan rutilahu dari daerah pemilihannya yang mencakup wilayah Medan Satria dan Bekasi Utara.
Atas usulan tersebut, ia berharap Pemerintah Kota Bekasi bisa menindaklanjutinya pada tahun 2026 ini. Ia ingin bantuan Rutilahu bisa masuk dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada APBD Perubahan Kota Bekasi tahun 2026.
“Banyak warga yang rumahnya sudah tidak layak yang cukup memprihatinkan kondisinya apalagi saat datang hujan. Nah kita berharap di ABT tahun 2026 rumah-rumah tersebut bisa diperbaiki melalui program Rutilahu pemerintah daerah,” katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat tidak mampu yang rumahnya sudah tidak layak mengajukan bantuan Rutilahu. Sehingga rumah yang kondisinya sudah tidak layak bisa diperbaiki.
Pihaknya juga menilai, program Rutilahu merupakan program yang bagus bagi masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak. Khususnya bagi masyarakat tidak mampu yang memang menjadi sasaran program ini.
“Saya sudah sampaikan ke warga, ajukan saja untuk mengikuti program ini. Saya rasa ini efektif bagi warga tidak mampu yang rumahnya sudah pada hancur,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.






