Opini  

Diincar Banyak Parpol, ke Mana Gus Shol Bakal Berlabuh

Avatar photo

Nama politisi PPP, Sholihin atau akrab disapa Gus Shol saat ini tengah diincar oleh banyak partai politik menjelang perhelatan pemilu legislatif (Pileg) 2029 mendatang setelah konflik di internal PPP membuatnya lengser dari kursi Ketua DPC PPP Kota Bekasi. Besar kemungkinan, konflik tersebut mengakhiri kebersamaan Gus Shol bersama PPP.

Situasi tersebut yang saat ini tengah dimanfaatkan sejumlah partai politik untuk mengajak Gus Shol bergabung menjelang Pileg 2029 mendatang. Ibarat pemain sepak bola, Gus Shol hampir dipastikan free agent (bebas transfer) atau tanpa partai politik. Kendati sampai saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai anggota PPP.

Sejumlah partai, saat ini memang tengah mendekati Gus Shol mengajaknya untuk bergabung. Salah satunya PKB yang nampak agresif membujuk Gus Shol untuk bergabung.

Bukan tanpa sebab tentunya, PKB dan partai lainnya ingin Gus Shol bergabung. Hal ini dikarenakan Gus Shol sebagai politisi ia memiliki modal politik yang kuat. Baik secara elektoral maupun kapital. Sehingga partai–partai yakin, bergabungnya Gus Shol akan membawa keuntungan bagi partai mereka terutama menghadapi Pileg 2029.

Apalagi Gus Shol sendiri adalah salah satu kontestan pada Pilkada 2024 lalu sebagai calon wakil wali kota berdampingan dengan politisi PKS, Heri Koswara. Meski tidak memang, namun statusnya sebagai kontestan Pilkada setidaknya menjadi modal yang cukup bagi Gus Shol pada Pileg 2029 mendatang.

Kita tahu, banyak para kontestan Pilkada yang gagal menjadi kepala daerah, setelahnya maju dalam Pileg dan kemudian terpilih. Sebutlah, Ahmad Syaikhu, Awing Asmawi, Ronny Hermawan mereka adalah para kontestan Pilkada Kota Bekasi 2008 yang kemudian berhasil menduduki kursi legislatif setelah gagal pada Pilkada yang mereka ikuti.

Selain tiga nama tersebut, ada nama Sumiyati dan Lucky Hakim yang merupakan kontestan Pilkada 2013 yang berhasil menjadi anggota legislatif usai kalah pada perhelatan Pilkada.

Belajar dari fakta tersebut, maka hampir pasti Gus Shol bisa lolos sebagai anggota legislatif pada Pileg 2029 mendatang. Sebagai figur politik yang memiliki peluang lolos sebagai anggota legislatif, jelas hal ini membuat partai di Kota Bekasi berebut untuk mengajak Gus Shol bergabung.

Satu hal lagi, Gus Shol juga merupakan anggota DPRD Kota Bekasi yang terpilih tiga kali berturut-turut. Ini menunjukan, betapa Gus Shol merupakan politisi dengan basis dukungan mengakar. Meskipun, bisa dipastikan pada Pileg 2029 mendatang, Gus Shol sudah pasti tak akan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif tingkat kota.

Dengan modal politik yang Gus Shol miliki, nampaknya Gus Shol akan mengincar kursi anggota DPR RI. Dan sebagai mantan kontestan Pilkada, hal itu sangat realistis dan lumrah.

Pertanyaanya, kemana Gus Shol akan berlabuh pada Pileg 2029 mendatang ?

Pelabuhan Politik Gus Shol

Jika melihat situasi internal PPP saat ini, hampir bisa dipastikan Gus Shol akan hengkang. Apalagi bila konflik partai dimenangkan oleh Muhammad Mardiono. Pun jika pada akhirnya Agus Suparmanto yang memenangkan konflik PPP, sulit rasanya PPP menahan Gus Shol untuk tidak berlabuh ke partai lain.

Bukan karena Gus Shol tidak setia kepada PPP, hanya saja PPP sebagai kendaraan politik sulit menyokong langkah politik Gus Shol. Apalagi jika Gus Shol ingin maju sebagai calon anggota DPR RI.

Gus Shol jelas butuh partai politik yang mumpuni. Paling tidak partai yang pada Pileg 2024 lalu punya kursi di DPR RI. Setidaknya di daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok. Kalau toh tidak punya slot kursi, paling tidak partai tersebut lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Sebuah kriteria yang jelas tidak dimiliki PPP, selain tidak memiliki kursi dari daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok, PPP juga tidak lolos ambang batas parlemen.

Kalau toh, nantinya Pileg 2029 digelar tanpa ambang batas parlemen, tetap saja Gus Shol harus bekerja ekstra keras agar bisa lolos sebagai anggota DPR RI. Berbeda jika Gus Shol maju dengan partai lain, setidaknya bebannya untuk lolos ke senayan akan jauh lebih ringan.

Pertanyaannya, sudahkah Gus Shol memantapkan pilihannya. Inilah yang masih menjadi teka-teki sampai saat ini. Meskipun banyak yang mengaitkannya dengan PKB. Mengingat PKB secara karakteristik tidak jauh berbeda dengan PPP, yakni sama-sama berhaluan Islam dan juga memiliki basis pemilih kalangan Nahdlatul Ulama.

Mana Partai yang Cocok untuk Gus Shol

Bila pilihan Gus Shol masih menjadi teka-teki sebab hanya Gus Shol dan tuhan yang tahu, lantas mana partai yang cocok untuk Gus Shol.

Jika bicara partai yang cocok, PKB termasuk partai yang memiliki kriteria. Selain punya slot kursi di daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok, PKB pada Pileg lalu juga lolos batas ambang batas parlemen dengan raihan suara nasional meyakinkan.

Namun pertanyaannya, apakah Gus Shol bisa lolos ke Senayan jika maju melalui PKB. Sebab PKB sendiri diprediksi tidak akan semoncer pada Pileg 2024 lalu. Sebab kita tahu, kenaikan suara PKB salah satunya dampak dari ekor jas Cak Imin yang maju sebagai kandidat wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Bisa jadi tanpa kandidat calon presiden atau wakil presiden, raihan PKB akan terjun bebas pada Pileg 2029.

Selain itu, jika Gus Shol maju melalui PKB dari daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok ia harus berhadap-hadapan dengan Sudjatmiko sebagai petahana. Sesuatu yang jelas tidak mudah. Sebab Sudjatmiko dengan bekal sebagai petahana jelas bukan kekuatan sembarangan. Di lain sisi, Sudjatmiko sendiri juga tidak akan mau Gus Shol menjadi pesaingnya untuk perebutan kursi Senayan. Sebab Gus Shol jelas bukan lawan yang ringan.

Jadi kemungkinan Gus Shol bergabung dengan PKB pada Pileg 2029 nampaknya, akan sulit terealisasi sekalipun peluang itu mungkin.

Lalu bagaimana dengan parti besar seperti PKS, PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. Apakah partai-partai ini cocok dengan Gus Shol.

Dari sisi kekuatan politik, ke empat partai tersebut tidak perlu lagi diragukan, terutama di daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok. Keempat partai inilah yang selama ini menjadi langganan menghantarkan kadernya menuju Senayan.

Hanya saja jika Gus Shol memilih masuk ke salah satu dari empat partai tersebut, bagi Gus Shol bukan perkara mudah. Ia bukan cuma harus bersaing dengan para petahan, namun juga dengan pesaing lain yang tak bisa dianggap remeh. Sehingga kemungkinan Gus Shol memilih bergabung dengan salah satu partai tersebut tampaknya sangat kecil meskipun bisa saja terjadi.

Dan dari banyak partai yang ada, nampaknya Gus Shol perlu mempertimbangkan partai Demokrat. Meskipun tidak memiliki slot kursi di daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok, tapi Demokrat selalu bisa lolos ambang batas parlemen. Selain itu, Demokrat juga punya riwayat pernah memiliki kursi DPR RI untuk daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok pada 2009 silam. Persaingan di tubuh partai berlambang Mercy tersebut juga tampaknya tidak sekeras di partai lain.

Sehingga dari banyaknya partai yang tersedia, sepertinya Demokrat menjadi partai yang paling pas dan cocok untuk Gus Shol. Dan peluang Gus Shol menuju Senayan akan semakin terbuka lebar jika Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono tampil sebagai calon presiden atau wakil presiden.

Jadi berlabuh ke mana Gus Shol ?

Oleh: Redaksi Klik Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *