4 Tips Atur Keuangan Pribadi di Bulan Ramadan Agar Tidak Tekor Setelah Lebaran

Mengelola keuangan pribadi di bulan Ramadan—bulan puasa bagi umat Islam—bisa dikatakan gampang-gampang susah. Bisa jadi kamu lebih hemat, atau sebaliknya: justru lebih boros alias tekor.

Oleh karena itu, penting untuk mengatur keuangan dengan baik agar tidak mengalami kesulitan finansial setelah lebaran.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tips umum untuk mengatur keuangan pribadi di bulan Ramadan:

1. Buatlah anggaran khusus Ramadan.

Langkah pertama adalah membuat anggaran khusus untuk Ramadan. Hitunglah perkiraan pengeluaran untuk kebutuhan selama Ramadan, seperti makanan sahur dan berbuka, zakat fitrah, bersedekah, kebutuhan lebaran, dan lainnya.

Anggaran bulan Ramadan mungkin agak berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Coba gunakan beberapa metode yang cocok dengan kondisi keuangan kamu, seperti metode amplop, metode toples, atau metode zero based budget.

Pastikan kebutuhan bulanan atau tagihan-tagihan kamu tetap terpenuhi, seperti biaya listrik, internet, transportasi, cicilan, dan sebagainya. Usahakan 10 sampai 20 persen pendapatan kamu juga tetap dialokasikan untuk menabung.

2. Prioritaskan Dana Zakat Fitrah

Di akhir bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk membagikan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa. Meskipun nantinya dibagikan dalam bentuk beras, cobalah konversi dalam bentuk rupiah.

Jika kamu kepala keluarga, hitung berapa jumlah tanggungan dan berapa uang yang harus disisihkan untuk zakat fitrah.

Dengan menyisihkan anggaran zakat fitrah di awal bulan, kamu bisa lebih tenang menjalankan ibadah puasa.

3. Kelola Dana Sedekah

Di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah atau kebaikan sosial. Untuk itu, sebaiknya kamu memasukkan dana sedekah ke dalam anggaran kamu sesuai kemampuan.

Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa bersedekah maksimal di bulan Ramadan namun kebutuhan bulanan tetap terpenuhi.

4. Menabung untuk Lebaran

Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan lebaran di akhir Ramadan memang besar. Dari mulai untuk makanan dan minuman, pakaian, atau biaya mudik bagi yang pulang ke kampung halaman.

Idealnya, dana untuk lebaran memang disiapkan jauh-jauh hari, bahkan sebelum Ramadan. Jika belum ada dana, kamu bisa menabung atau menggunakan uang THR dari perusahaan secara bijak.

Selain empat tips di atas, berikut beberapa hal yang juga bisa kamu lakukan:

Catat pengeluaran harian.

Penting untuk mencatat pengeluaran harian selama Ramadan. Hal ini dapat membantu kamu untuk melacak kemana uang kamu pergi—dan memastikan kamu tidak over budget.

Masak sendiri makanan sahur dan berbuka.

Memasak sendiri makanan sahur dan berbuka dapat membantu kamu menghemat pengeluaran. Hindari membeli makanan siap saji atau jajan di luar terlalu sering.

Hindari membeli barang yang tidak perlu.

Di bulan Ramadan, banyak godaan untuk membeli barang-barang yang tidak perlu. Hindari membeli barang-barang yang tidak ada dalam anggaran kamu.

Evaluasi keuangan setelah Ramadhan.

Setelah Ramadan selesai, evaluasi keuangan kamu. Hal ini dapat membantu kamu untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki dalam pengaturan keuangan kamu di masa depan.

Itulah tips mengatur uang di bulan Ramadan. Semoga bermanfaat ya!


* Dari berbagai sumber

* Foto: Ilustrasi (Unsplash/Raden)

Tinggalkan komentar