9 Langkah Mencapai “Financial Freedom” bagi Papa Mama Muda

Dengan mengelola keuangan pribadi secara tepat dan efektif, setiap keluarga—termasuk mama papa muda—pada dasarnya berpeluang mencapai financial freedom atau kemerdekaan finansial.

Financial freedom adalah kondisi di mana kamu sudah ‘aman’ secara finansial, meskipun sudah tidak bekerja—sebab kamu memiliki tabungan dan pendapatan pasif yang mencukupi untuk kebutuhan hidup.

Konsultan keuangan pribadi, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, tantangan dalam mencapai finansial freedom, umumnya, adalah gaya hidup keluarga yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial. Untuk itu, memperhatikan pola pengeluaran secara cermat bisa membantu kamu meraih kemerdekaan finansial dengan cepat.

Berikut beberapa langkah mencapai financial freedom bagi keluarga baru:

1. Membangun komunikasi keuangan dengan keluarga

Kesalahan terbesar dalam mencapai hidup yang sejahtera adalah gagal mengkomunikasikan apa yang dianggap penting oleh setiap anggota keluarga.

Sampaikan tujuan hidup yang ingin diraih dan berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk itu.

“Contoh tujuan hidup adalah bebas dari utang, punya standar hidup tertentu, dan sebagainya,” kata Prita di blog pribadinya.

2. Tahu posisi keuangan

Financial check-up pada dasarnya untuk mengetahui posisi aset dan kewajiban rumah tangga pada periode tertentu.

Selain itu, financial check up juga akan dapat membedah ke mana saja alokasi pos-pos pengeluaran serta berapa jumlah penghasilan yang berhasil disisihkan untuk masa mendatang.

3. Punya rencana keuangan

Tanpa rencana keuangan, hampir mustahil berbagai tujuan hidup akan dapat tercapai dengan efektif.

Rencana keuangan berisi apa tujuan hidup yang ingin dicapai, berapa jumlah kebutuhan dananya, dan kapan tujuan tersebut ingin diwujudkan.

Prioritas dalam penyusunan tujuan keuangan akan sangat membantu seseorang untuk meraihnya.

4. Punya anggaran bulanan

Anggaran maupun rencana pengeluaran adalah alat bantu setiap rumah tangga untuk mengendalikan pengeluaran.

“Coba tulis berapa jumlah alokasi pos pengeluaran setiap bulannya. Pemisahan jenis pengeluaran menjadi Wajib, Butuh, dan Ingin,” kata Prita.

5. Fokus pelunasan utang konsumtif

Selama kehidupan harian masih dibantu oleh pinjaman online, kartu kredit, mau pun PayLater, maka sulit sekali untuk mencapai kemerdekaan finansial.

“Ingat ya. Biaya hidup itu murah. Biaya pamer itu yang mahal,” katanya.

Terkadang, gengsi dan gaya hidup membuat seseorang terlena dalam membelanjakan semua penghasilannya sampai akhirnya terbelit utang.

6. Menghimpun dana darurat

Setiap orang wajib punya dana darurat setidaknya 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, jika kamu perlu 5 juta per bulan untuk hidup, maka jumlah dana darurat minimal menjadi 15 juta.

Dana darurat ini sebaiknya berbentuk aset likuid (mudah dicairkan) dan nilainya tidak turun seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang.

Jika saat ini tidak punya dana darurat, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan, sedikit demi sedikit hingga hasil ideal tercapai.

7. Investasi untuk tujuan keuangan yang pasti

Ada dua pos investasi penting: perencanaan dana pensiun dan dana pendidikan anak.

Idealnya, 10% dari penghasilan saat ini disisihkan untuk kebutuhan masa depan. Jika ada bonus atau THR, maka sebaiknya digunakan untuk menambal kekurangan investasi sebelumnya.

Perencanan dana pendidikan juga sebaiknya disiapkan orang tua sejak anak masih kecil.

“Dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata bisa melebihi 10% per tahun, kita jangan sampai gagal mempersiapkan masa depan anak,” jelas Prita.

Kebutuhan dana pendidikan anak sebaiknya dihitung dengan benar. [Baca juga: Tahapan Investasi untuk Mencapai Financial Freedom]

8. Mulai membeli aset produktif yang dapat memberikan penghasilan pasif

Aset seperti ini akan memberikan penghasilan secara berkala untuk keuangan rumah tangga.

Contohnya, suku bunga deposito setiap bulan, kupon obligasi, hasil sewa properti, keuntungan usaha, dan lainnya.

Disarankan jika seseorang mencapai usia 35 tahun, maka sudah saatnya mulai juga membeli aset-aset berpenghasilan pasif.

[Baca juga: 3 Cara Investasi dalam Bisnis yang Mudah Dilakukan]

Saat aset dapat memberikan penghasilan sebagai sandaran biaya hidup, maka seseorang sudah meraih kondisi kemerdekaan finansial.

9. Memastikan punya proteksi keuangan

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah proteksi yang sangat disarankan untuk setiap rumah tangga.

[Baca juga: Nasihat Warren Buffett Agar Tidak Jatuh Miskin]

Apabila sudah memiliki BPJS Kesehatan, maka asuransi kesehatan menjadi sebuah tambahan yang dapat diambil hanya jika ada kelonggaran arus kas.

Itulah ulasan tentang langkah mencapai finansial freedom untuk rumah tangga baru. Semoga bermanfaat ya!


* Referensi: Pritaghozie.com

* Foto: Ilustrasi (Unsplash/Brooke)

Tinggalkan komentar