5 Fakta Menarik Tentang Teh di Indonesia, Nomor 5 Bikin Kamu Kaget

Teh di Indonesia merupakan minuman yang cukup populer. Kita bisa dengan mudah menjumpainya, baik di super markter atau warung-warung kelontong.

Teh juga selalu ada dalam menu minuman baik di warung makan atau restoran mewah. Di pinggir-pinggir jalan kita juga sering menjumpai orang berjualan teh terutama es teh manis.

Berikut 5 fakta tentang teh di Indonesia, yang mungkin kamu ketahui atau belu kamu ketahui :

1. Komuditas ekspor di era penjajahan

Keberadaan teh di Indonesia sudah cukup lama. Pada tahun 1826 pemerintah Hindia Belanda mulai menanam teh di Kebun Raya Bogor dan berhasil.

Teh lantas dikembangkan dengan ditanam di seluruh wilayah jajahan Hindia Belanda, terutama di Pulau Jawa, meliputi Bogor, Garut, Purwakarta dan Banyuwangi.

Pada masa penjajahan Belanda, teh menjadi salah satu komoditas ekspor penting. Sama dengan hasil bumi lainnya.

2. Salah satu negara penghasil Teh terbesar di dunia

Indonesia ternyata masuk dalam daftar negara penghasil teh terbesar di dunia. Indonesia sendiri bahkan bisa memproduksi hingga 139.362 ton per tahun. Adapun varietas teh yang ditanam di Indonesia, yakni teh hitam dan teh hijau.

3.Tingkat konsumsi teh rendah

Meski teh cukup familiar di Indonesia serta tingkat produksinya tinggi akan tetapi tingkat konsumsi teh masyarakatnya terbilang rendah.

Pada tahun 2015, Tea Connoisseur atau Pakar Teh, Ratna Somantri mengukap fakta mengejutkan, bahwa Indonesia menempati peringkat ke-40 untuk tingkat konsumsi tehnya.

4. Jawa Barat daerah penghasil teh di Indonesia

Provinsi Jawa Barat menjadi daerah penghasil teh terbesar pertama dengan luas perkebunan mencapai 17.260 ha. Jawa Barat bahkan mampu memproduksi sebanyak 91.600 ton teh dalam satu tahun.

5. Teh dan sejarah kelam tanam paksa

Teh dan sejarah tanam paksa memiliki hubungan yang erat. Tanam paksa adalah sistem yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada tahun 1830-1870.

Sistem ini mewajibkan rakyat untuk menyisihkan sebagian tanah dan tenaga mereka untuk ditanami komoditas ekspor, salah satunya adalah teh.

Dengan sistem tanam paksa, luas perkebunan teh di Indonesia mengalami peningkatan pesat. Pada tahun 1841, luas kebun teh di Jawa hanya sekitar 2.129 hektar, namun lima tahun kemudian meningkat menjadi 3.193 hektar.

Meskipun tanam paksa berhasil meningkatkan produksi teh Indonesia, sistem ini juga menimbulkan banyak penderitaan bagi rakyat. Rakyat dipaksa untuk menanam teh, bahkan mengabaikan tanaman pangan mereka sendiri. Akibatnya, banyak terjadi kelaparan dan kesengsaraan di kalangan rakyat.


*Dari berbagai sumber

*Foto: Teh (Media Indonesia)

Tinggalkan komentar