Connect with us
BEKASI WEATHER

Figur-figur Alternatif di Pilkada Kota Bekasi

Opini

Figur-figur Alternatif di Pilkada Kota Bekasi

Figur-figur Alternatif di Pilkada Kota Bekasi

Sejumlah nama mulai dibincangkan menjelang Pilkada Kota Bekasi. Nama-nama tersebut diyakini sejumlah pihak bakal menjadi figur alternatif bagi masyarakat Kota Bekasi untuk melabuhkan pilihan.

Bahkan figur-figur alternatif makin sering dibincangkan dalam ruang percakakapan publik baik yang sifatnya sekadar gosip hingga kajian akademis.

Makin kencangnya wacana tersebut tidak lepas dari masih ragunya masyarakat Kota Bekasi pada sosok Tri Ahdianto sebagai Plt Wali Kota Bekasi dalam menahkodai Kota Bekasi.

Keraguan masyarakat tidak lepas dari pendekatan birokratis yang digunakan Tri dalam memimpin. Wajar saja puluhan tahun menjadi birokrat sedikit banyak mempengaruhi gayanya dalam memimpin. Sementara kebutuhan publik tidak demikian.

Belum lagi, suka tidak suka Tri tidak bisa dipisahkan dengan Rahmat Effendi, Wali Kota Bekasi non aktif yang tengah berurusan dengan lembaga antirasuah.

Sekalipun dalam kasus yang menjerat Rahmat Effendi, nama Tri tidak terlibat bahkan disebutpun tidak. Tapi orang semua tahu, bahwa sebelum terjun ke panggung politik, ia merupakan mantan anak buah Rahmat Effendi dan masuk daftar anak emas. Singkatnya Tri bukanlah sosok yang sepenuhnya bersih dan tanpa cela.

Dengan indikator yang ada, artinya Tri belum sepenuhnya mendekati atau bahkan menjawab harapan publik. Yang mana publik ingin figur yang cakap mengelola sebuah kota dan tak kalah penting adalah figur bersih. Bersih dalam arti tidak terindikasi dengan praktik-praktik korupsi atau ini ; minim potensi berbuat korup.

Kebutuhan akan figur alternatif itu sendiri sudah mulai dibaca oleh partai politik. Partai Demokrat Kota Bekasi misalnya, belum lama ini melempar nama Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, KH Madinah. Entah sekadar gimic politik, tapi yang jelas partai berlogo mercy tersebut membaca keinginan publik akan figur allternatif untuk memimpin Kota Bekasi mendatang.

Dalam tradisi Pilkada di Indonesia, kemunculan figur alternatif bukan hal baru. Munculnya Ridwan Kamil (RK) menjadi Wali Kota Bandung adalah salah satu contohnya. Sosok RK yang bukan politisi atau birokrat mendadak muncul dan secara mengejutkan memenangi Pilkada Kota Bandung.

Figur alternatif pada Pilkada Kota Bekasi sendiri tidak serta merta sosok di luar partai politik. Mereka yang selama ini berkecimpung di politk bisa saja menjadi figur alternatif. Latar belakang apapun tak jadi soal selama memenuhi kriteria yang publik inginkan atau paling tidak mendekati yakni cakap mengelola atau memimpin sebuah kota dan tidak terindikasi korupsi serta minim potensi korupsi.

Lantas siapa saja figur-figur alternatif tersebut yang memungkinkan muncul di pangggung Pilkada Kota Bekasi 2024 dan berpotensi menjadi pilihan masyarakat.

Solihin atau Gushol

Nama anggota DPRD Kota Bekasi, Solihin atau sering disapa Gushol mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu figur alternatif di Pilkada nanti. Pengalaman dua kali dipilih sebagai anggota legislatif merupakan modal kuat untuknya. Sejauh ini, namanya juga cenderung bersih dari indikasi praktik korupsi. Soal kecakapan mengelola kota Ketua DPC PPP Kota Bekasi tersebut memang belum teruji, namun pengalamannya sebagai anggota legislatif dua periode diyakini akan banyak membantunya dalam mengelola sebuah kota.

Abdul Harris Bobihoe

Sosok Abdul Harris Bobihoe memang jarang terdengar. Namun belakangan banyak orang menyebut-nyebut nama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok tersebut. Pengalaman menjabat sebagai legislator di tingkat provinsi membuat publik mulai mempertimbangkan dirinya menjadi figur alternatif. Selain itu, aktifitasnya yang lebih banyak di Provinsi membuatnya jauh dari hiruk pikuk Kota Bekasi, sehingga publik menilai sosoknya bersih dari praktik korupsi di Kota Bekasi. Apalagi ia berasal dari Partai Gerindra yang dalam satu dekade terakhir tidak terlibat dalam koalisi pemenang Pilkada pendeknya Gerindra cenderung bersih karena tidak ikut-ikut mengurus pemerintahan.

Anim Imamudin

Usai posisinya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi digantikan oleh Tri Adhianto, sosok Anim Imamudin mulai tenggelam. Namun dua tahun menjelang Pilkada, samar-samar namanya mulai muncul ke permukaan. Pengalamannya tiga periode sebagai anggota DPRD Kota Bekasi menjadikan dirinya punya daya tawar tersendiri yang menjadikan publik belakangan mempertimbangkan sosoknya sebagai figur alternatif. Sejauh ini namanya juga cenderung bersih.

Abdul Muin Hafied

Setiap menjelang Pilkada Kota Bekasi nama Abdul Muin Hafied selalu disebut meski pada praktiknya politisi PAN tersebut belum sekalipun tampil ikut berkontestasi. Jelang Pilkada Kota Bekasi 2024, lagi-lagi namanya kembali dibincangkan oleh masyarakat. Pengalaman menjadi anggota DPRD Kota Bekasi selama tiga periode berturut-turut bagi sebagian kalangan masyarakat membawa namanya layaknya dipertimbangkan sebagai figur alternatif memimpin Kota Bekasi.

Heri Koswara

Tiga periode berturut-turut tepatnya sejak tahun 2004 terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dan pada 2019 terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, suka tidak suka membuat masyarakat mempertimbangkan nama Heri Koswara untuk jadi alternatif pilihan pada Pilkada Kota Bekasi 2024 mendatang. Kenyang pengalaman menjadikan politisi PKS tersebut dianggap layak dan memiliki kriteria sebagai figur alternatif.

Koswara Hanafi

Sosok Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Koswara Hanafi juga mulai sering disebut-sebut seiring hajat Pilkada Kota Bekasi 2024. Pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, bagi sebagian kalangan masyarakat, terutama kelas menengah perkotaan figur Koswara dianggap punya kapasitas mengelol kota dan bisa menjadi figur alternatif. Satu hal menjadi kelemahanya adalah latar belakangnya sebagai birokrat yang notaben sama dengan Tri Adhianto.

Abdul Rosyad Irwan

Nama Abdul Rosyad atau akrab disapa Ian Rasyad tidak asing bagi sebagian kalangan masyarakat. Memiliki jejaring pergaulan luas membuat Ketua KONI Kota Bekasi sering dikait-kaitkan setiap Pilkada akan berlangsung. Namun tak hanya soal relasi yang bagus. Figurnya bagi sebagian kalangan juga dirasa kapabel karena berpandangan luas dalam melihat persoalan-persoalan di sebuah kota. Tak kalah penting, ia pernah duduk sebagai legislator tingkat kota/kabupaten pada periode 1999 sehingga bagi sebagian orang membuatnya paham betul semangat otonomi daerah.

Di luar nama-nama yang disebutkan di atas tentu masih banyak sekali figur alternatif yang bisa jadi alternatif masyarakat untuk dipilih menjadi pemimpin Kota Bekasi 2024 mendatang. Nama-nama yang disebutkan di atas adalah secuil dari sekian banyak nama tersebut.

Jadi siapa figur alternatif yang akan memimpin Kota Bekasi 2024 mendatang. Ataukah Tri Adhianto dengan kekurangan dan kelebihanya kembali menjadi pilihan masyarakat untuk memimpin Kota Bekasi.

Oleh : Redaksi Klik Bekasi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lainnya di Opini

To Top