Laskar Gerakan Kebaikan, Wadah Kepedulian Warga Kota Bekasi – Klik Bekasi
Connect with us
BEKASI WEATHER

Laskar Gerakan Kebaikan, Wadah Kepedulian Warga Kota Bekasi

Komunitas

Laskar Gerakan Kebaikan, Wadah Kepedulian Warga Kota Bekasi

Laskar Gerakan Kebaikan, Wadah Kepedulian Warga Kota Bekasi

Laskar Gerakan Kebaikan adalah paguyuban yang bergerak di bidang sosial kemasyarakat. Wadah ini diisi oleh masyarakat yang memilik kepedulian terhadap sesama.

Anggotanya adalah masyarakat Kota Bekasi yang memiliki kelas sosial yang berbeda-beda namun memiliki satu kesamaan visi yakni berbuat kebaikan untuk sesama.

Paguyuban ini belum lama terbentuk, embrionya baru ada pada pertengahan tahun 2019. Meski begitu, kiprahnya sudah cukup dirasakan di tengah masyarakat.

Salah satu aksi yang paling mencolok adalah aktifitas bedah rumah yang dilakukan paguyuban ini. Total sudah ada lima rumah sudah diperbaiki.

Founder Laskar Gerakan Kebaikan, Muhammad Said saat meninjau lokasi bedah rumah salah seorang warga di Kelurahan Kranji

Selain aktifitas bedah rumah, Laskar Gerakan Kebaikan juga ikut turun tangan pada saat Kota Bekasi dilanda banjir besar pada 1 Januari 2020 silam. Beragam bantuan mulai dari makanan, pakaian dan tenaga dikerahkan membantu korban banjir di sejumlah lokasi di Kota Bekasi.

“Di mana ada sesama warga yang butuh bantuan di situlah kami Laskar Gerakan Kebaikan hadir untuk membantu,” kata Founder Laskar Gerakan Kebaikan, Muhammad Said atau akrab disapa Cemong, saat berbincang santai di kediamannya, belum lama ini.

Menurutnya, setiap saat, setiap kesempatan dan di mana saja, selalu ada kesempatan berbuat kebaikan. Hal itulah yang menginspirasi lahirnya paguyuban bentukannya itu.

“Bagi saya sederhana, berbuat baik itu bisa setiap saat dan di mana saja. Tinggal bagaimana niat kita saja, mau atau tidak,” kata dia.

Tidak berniat mendirikan paguyuban

Muhammad Said lantas bercerita awal berdirinya Laskar Gerakan Kebaikan. Pada mulanya kata dia, dirinya tidak memiliki niatan untuk membuat wadah berupa paguyuban.

Awalnya, ia hanya bergerak seorang diri melakukan bedah rumah warga di sekitar lingkungan rumahnya di Keluarahan Kranji dengan modal sendiri dan bantuan beberapa pihak.

Aktifitasnya itu lantas dalam sekejap menyebar ke banyak orang. Banyak orang mulai ikut membantu setiap Muhammad Said melakukan aksi sosial.

Pemberian bantuan untuk korban banjir pada 1 Januari 2020 belum lama ini

Untuk kegiatan bedah rumah misalnya, banyak orang mengubunginya memberikan bantuan berupa barang-barang yang diperlukan.

“Saya cuma kasih tahu via grup Whatsaap kalau saya mau turu bedah rumah. Langsung banyak yang datang ikut menyumbang. Ada yang nyumbang batu bata, semen, genteng dan barang lainnya,” kata dia.

Begitu juga saat ia turun membantu korban banjir. Orang-orang datang kepadanya memberi bantuan berupa barang untuk korban banjir.

“Ada kasih selimut, pakaian, mie instan dan air. Alhamdulillah banyak orang percaya sama saya,” terang Said.

Dirasa memberikan manfaat, orang-orang yang tadinya sekadar menyalurkan bantuan via Muhammad Said, akhirnya mengusulkan agar dibentuk wadah berupa paguyuban.

“Intinya wadah ini kita gunakan sebagai alat perjuangan dan juga sarana untuk memudahkan melakukan kordinasi dalam melakukan beragam kegiatan sosial kemasyarakatan,” kata dia.

Founder Laskar Gerakan Kebaikan, Muhammad Said di salah satu rumah warga yang mendapat bantuan bedah rumah

Disinggung syarat untuk bergabung dalam Laskar Gerakan Kebaikan, ia mengatakan, tidak ada syarat khusus. Syaratnya setiap anggotanya harus mau berbuat kebaikan entah dengan materi atau tenaga.

“Syaratnya mau berbuat baik. Mau keluar materi untuk membantu sesama. Kalau materi gak ada mau bantu tenaga. Pokoknya mau berbuat kebaikan silahkan masuk jadi anggota kami,” terangnya.

Belum lama terbentuk, Laskar Gerakan Kebaikan masih terus berupaya mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk bergabung.

“Makin banyak orang mudah-mudahan paguyuban ini makin kuat dan makin berdaya untuk masyarakat. Itulah yang menjadi cita-cita kami di Laskar Gerakan Kebaikan,” tandasnya.

Sebagi founder, ia juga tidak terlalu memiliki niatan yang muluk-muluk terhadap paguyubannya itu.

“Mengalir saja, pokoknya kita terus bergerak saja melakukan kebaikan. Orang butuh bantuan ayo kita turun sama-sama ringankan saudara kita. Intinya bagaimana kita terus peduli dan mau berbuat baik,” pungkasnya.(Ical)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Komunitas

To Top