Butuh Pupuk Organik? Datang Saja ke Karang Taruna RW 08 Kayuringin – Klik Bekasi

Butuh Pupuk Organik? Datang Saja ke Karang Taruna RW 08 Kayuringin

Warga Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sekarang tak perlu bingung jika membutuhkan pupuk untuk kebutuhan tanam-menanam pohon. Karang Taruna RW 08, atau Katar 08, menyediakan media tanam dan pupuk organik cair dengan harga terjangkau.

“Harganya terjangkau kok, cuma sepuluh ribu rupiah per kantong kompos atau per botol pupuk cair. Hasilnya sangat bagus, karena sudah kami buktikan sendiri,” kata Waluyo, salah satu penggerak Katar 08, sembari¬†memamerkan pohon-pohon subur di pelataran sekretariatnya, Rabu (10/1/2018).

Menurut Waluyo, pupuk organik cair yang diproduksi Katar 08 ada dua macam. Yang pertama berbahan baku kotoran kelelawar. Yang kedua berbahan baku air lindi sampah organik.

“Pupuk cair kotoran kelelawar ini sangat jarang ditemui di kota, karena kebanyakan digunakan di daerah-daerah perkebunan. Saya sudah cari di Kota Bekasi juga tidak ada,” jelas Waluyo.

Menurutnya, kotoran kelelawar tersebut diambil dari rekan-rekannya di Jawa Tengah, yang berkebun durian. Dengan modal pengetahuannya di bidang tanaman, ia kemudian meracik kotoran tersebut di Kota Bekasi untuk Katar 08.

“Sedangkan bahan baku pupuk organik cair biasa kami ambil dari daerah sekitar Kota Bekasi. Bisa sampah sayuran atau buah-buahan. Kedepan, kami juga ingin mengolah limbah jeroan hewan,” katanya.

Penggunaan pupuk organik cair buatan Katar 08, kata Waluyo, cukup sederhana. Cairan, dengan takaran 3 sampai 4 tutup botol, dilarutkan dengan air. Kemudian disiramkan ke tanaman atau disemprotkan.

“Pupuk cair terbilang praktis. Satu botol pupuk bisa dipakai berkali-kali,” kata Waluyo.

Ketua Katar 08, Sofar Makmur menambahkan, mereka mulai memproduksi pupuk organik cair ini sejak empat bulan terakhir. Memang belum lama, karena Katar 08 sendiri baru terbentuk pada 22 September 2017.

“Katar 08 adalah semacam wadah bagi warga untuk berkolaborasi membangun budaya positif di lingkungan tempat tinggal mereka. Kami ini kan punya berbagai macam latar belakang profesi. Nah, ketika bergabung, hasilnya luar biasa ternyata,” kata Sofar.’

Andi Zarif, misalnya, warga RW 08 yang memiliki keahlian sebagai teknisi. Untuk menggarap pupuk organik dalam skala besar, ia sudah memikirkan mesin apa yang tepat untuk kegiatan produksi.

“Saya sudah punya konsep mesinnya. Yang jelas, ini berbeda dengan mesin kompos pada umumnya. Saya ingin kerja yang efektif. Artinya, produksi tidak terlalu memakan banyak waktu dan tenaga,” jelas Andi.

Anda tertarik dengan produk mereka? Silahkan datang ke sekretariat Katar 08 Kayuringin Jaya. (Yd/Res)