Pemkot Bekasi Tak Serius Tangani DBD, Anggota Dewan: Apa Warga Harus Mati Dulu? – Klik Bekasi

Pemkot Bekasi Tak Serius Tangani DBD, Anggota Dewan: Apa Warga Harus Mati Dulu?

Anggota DPRD Kota Bekasi, Wasimin mengeluhkan ketidakseriusan Pemkot Bekasi dalam menagani persoalan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga.

Salah satu bentuk ketidakseriusan Pemkot Bekasi menurutnya, bisa dilihat dari lambannya pemerintah dalam melakukan fogging. Bahkan, seoalah ada kesan harus ada korban jatuh dahulu baru Pemkot Bekasi bergerak.

“Kota Bekasi darurat DBD, pemerintah gak serius mencegah DBD. Ada korban baru ditangani, apa warga mati dulu baru fogging,” ujar Wasimin, kesal, Sabtu (19/3).

Sementara itu, pernyataan Wasimin soal darurat DBD bukanlah hal yang tidak berdasar. Hal itu kata dia, bisa dibuktikan dengan banyaknya pasien DBD yang saat ini di rawat di RSUD Kota Bekasi.

“Ada 344 pasien di rawat di RSUD karena kena DBD. Satu hari bisa 35 pasien antre di IGD RSUD. Sanking banyaknya sampai ada yang gak kebagian kamar,” kata dia.

Wasimin juga memaparkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, yang mana kata dia, dari awal Januari 2016 hingga Maret 2016 total penderita DBD mencapai 874 pasien.

“Sudah ada yang meninggal dunia enam orang. Apa harus ada korban lagi,” kata dia.

Menyikapi lambanya Pemkot Bekasi dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam menangani DBD, ia bersama warga di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Bekasi Utara, memilih mengambil langkah pencegahan dengan melakukan fogging.

“Nunggu pemerintah lama, ya sudah saya bareng warga lakukan fogging sendiri di beberapa lokasi di Kecamatan Bekasi Utara. Saya harap Pemkot Bekasi merespon persoalan ini dengan lebih serius agar tidak lagi ada korban berjatuhan,” tandasnya.

Sementara salah seorang penderita DBD bernama Iyus mengatakan, ia sempat kesulitan mencari kamar rawat inap di rumah sakit yang ada di Kota Bekasi.

“Semua kamar rumah sakit penuh pasien DBD. Saya sampai harus dirawat di rumah. Alhamdulilah akhirnya saya bisa dapat kamar di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi,” tutur warga Kelurahan Margahuyu, itu.

Soal maraknya DBD juga diakui oleh Camat Jatiasih, Nesan Sujana. Ia mengatakan, beberapa warganya terjangkit DBD. Karenanya, ia meminta warga untuk bergerak melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

“Satu keluarga sampai tiga orang terkena DBD. Pihak kecamatan kemudian membawa ke rumah sakit. Ada yang di RSUD Kota Bekasi ada yang di rumah sakit lain. Makanya saya himbau warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan rajin menjaga lingkungan,” ungkapnya, pada acara reses anggota DPRD Kota Bekasi, Irman Firmansyah di Jatiasih, Jumat (18/3) malam.(Ical)