Usai Telanjangi, Pembunuh Perempuan Bertato Mengaku Horny – Klik Bekasi

Usai Telanjangi, Pembunuh Perempuan Bertato Mengaku Horny

Erick Ganda Sitohang (23) mengaku horny alias terangsang ketika menelanjangi Fuji Noviyanti (18), seorang pelayan cafe di bilangan Grand Wisata Bekasi yang dicekik dan disumpal rumput olehnya hingga tewas.

Ketika ditelanjangi, Fuji sebenarnya sudah tidak bernyawa. Menurut pengakuannya, ia sengaja menelanjangi agar mayat Fuji menghebohkan banyak orang.

Begitu membuka baju dan menyingkap rok korban, pria yang usai pesta minuman keras itu terbersit pikiran untuk memerkosa Fuji. Sayangnya, matahari hampir menyingsing.

“Ada niat memperkosanya, tapi hari sudah siang,” kata Erick dalam gelar perkara di Mapolresta Bekasi Kabupaten, Rabu (16/3/2016).

Barang bukti pakaian korban yang dilucuti pelaku.

Barang bukti pakaian korban yang dilucuti pelaku.

Erick mengaku menyesali perbuatannya. Menurut dia, pembunuhan itu sama sekali tidak direncanakan. Ia mencekik dan menyumpal mulut korban karena emosi.

“Saya tidak ada masalah dengan dia. Saat di cafe, saya juga tidak ditemani dia. Saya hanya kesal, karena dia mengoceh terus,” kata Erick.

Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol M Awal Chairuddin mengatakan, mayat korban sudah diotopsi. Meski ditemukan telanjang, tidak ada tanda-tanda bekas pemerkosaan.

“Tidak ada tanda disetubuhi. Yang jelas, korban tewas dicekik dan disumpal rumput. Korban sempat menggigit jari tangan pelaku,” kata Awal.

Diberitakan sebelumnya, mayat Fuji ditemukan di  Kampung Pekopen Rt 01 Rw 06, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (14/3/2016) sore sekira pukul 15.50.

Mayat Fuji terlentang di semak-semak dalam keadaan setengah telanjang. Ia memiliki ciri-ciri khusus: ada tato bertuliskan Mesias di dadanya.

(Baca: Pembunuhan Perempuan Bertato Mesias Terungkap, Ini Kronologinya)

Pada Senin sekira pukul 03.30, Erick dan Fuji keluar dari cafe menuju ATM untuk mengambil uang. Fuji ikut lantaran tidak percaya kepada Erick, yang berjanji akan melunasi tagihan minuman Rp 1,4 juta.

Motor milik pelaku yang digunakan untuk memboncengkan korban.

Motor milik pelaku yang digunakan untuk memboncengkan korban.

Begitu sampai di ATM, Erick mengatakan kartunya tertinggal di rumah pamannya di daerah Setu. Keduanya pun bergerak ke Setu. Di sepanjang perjalan, mereka berseteru.

Sampai di Pekopen, Erick membelokkan motor Yamaha Vixion B 4091 TEQ warna merah putih miliknya ke semak-semak. Di sana, ia mengeksekusi Fuji sampai tewas. (Res)