Pembunuhan Kakek di Cikarang Terungkap, Motifnya Rampas Tabungan Umroh – Klik Bekasi

Pembunuhan Kakek di Cikarang Terungkap, Motifnya Rampas Tabungan Umroh

Jajaran Reskrim Polsek Cikarang Utara akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa seorang kakek bernama Indon (75), beberapa waktu lalu. Motif pelaku merampas tabungan umroh korban.

Pada Senin malam, 7 Maret 2016, Indon ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kampung Kali Ulu Rt 2 Rw 1, Desa Karangharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Indon tewas mengenaskan dengan kondisi kaki dan tangan terikat tali rafia. Di belakang lehernya ada tali tas. Wajahnya tertutup bantal yang digunakan pelaku untuk membekap.

“Pelakunya dua orang. Mereka adalah pegawai di sebuah minimarket, tempat korban sehari-hari menjadi juru parkir,” kata Kapolresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairuddin, Rabu (16/3/2016).

Pelakunya ialah Ade Johan Daru (26) dan Ari Widriyono (23). Ade ditangkap di Lampung, sedangkan Ari ditangkap di Pekalongan, belum lama ini. Ade sempat ditembak polisi lantaran sempat kabur saat hendak ditangkap.

“Pengungkapan kasus ini dimulai dari keterangan para saksi. Dua pelaku diketahui datang ke rumah kontrakan korban sebelum mayat korban ditemukan,” kata Awal.

Polisi bergegas mendatangi mess pelaku di tempat kerjanya. Rupanya, pelaku sudah tidak terlihat lagi sejak kasus pembunuhan Indon. Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya.

“Di mess, pelaku tidak ada. Namun, di sana, ada barang-barang milik korban. Kami tarik kesimpulan, mereka yang melakukan pembunuhan,” kata Awal.

Rampas tabungan umroh

Menurut Awal, motif utama pembunuhan Indon ialah merampas uang. Dua pelaku membawa kabur uang Rp 16 juta rupiah milik Indon yang disimpan di rumah kontrakan.

Uang tersebut adalah hasil jerih payah Indon selama bekerja. Rencananya, jika memenuhi, uang tersebut akan digunakan Indon untuk berangkat umroh ke tanah suci.

“Uang hasil rampasan dibagi rata dua pelaku. Mereka gunakan uang itu untuk senang-senang. Dari keduanya, ada sisa Rp 3,5 juta,” ungkap Awal.

Sebelum membunuh, dari pengakuan pelaku, Ari meminjam uang kepada Ade. Namun, Ade menjawab ‘yang punya uang banyak Indon’. Dari situlah, keduanya tergiur untuk merampok. (Res)