Guru Ngaji Cabuli Bocah 9 Tahun di Musola Bekasi Utara – Klik Bekasi

Guru Ngaji Cabuli Bocah 9 Tahun di Musola Bekasi Utara

Seorang guru ngaji bernama Muhammad Soleh (41) tega mencabuli murid perempuannya yang masih berusia 9 tahun, berinisial MA.

Pelaku mencabuli korban di tempat mengajarnya, yaitu di Musola Al Hidayah, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

“Pelaku sudah kami tangkap atas laporan orangtua korban,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti, Senin (14/3/2016).

Menurut Puji, orangtua korban melapor pada Jumat, 11 Maret 2016. Polisi kemudian meringkus pelaku pada hari ini di rumahnya.

Pelaku tinggal di Perumahan Bulak Macam Permai, Jalan Pulau Intan Rayua B47 Rt 07 Rw 13, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Kronologi pencabulan

Pada Jumat (11/3) pagi sekira pukul 09.00, seperti biasanya, korban mengaji di Musola Al Hidayah. Ketika pelajaran selesai, pelaku menyuruh korban membeli air mineral kemasan di warung sekitar.

Korban pun kembali menemui pelaku usai membeli air mineral. Saat itu, teman-teman korban sudah pulang. Merasa tidak ada siapa pun, pelaku mulai beraksi.

“Pelaku awalnya bertanya kepada korban: apakah kamu masih ngompol? Korban menjawab tidak. Itu posisinya korban dipangku pelaku,” kata Puji menceritakan ulang.

Pelaku pura-pura tidak percaya dan mengatakan kepada korban, ‘coba bapak lihat ya’. Beberapa saat, celana korban sudah terlepas.

Dalam keadaan masih memangku korban, pelaku membuka celananya sendiri lalu menggesek-gesekkan penisnya ke bagian tubuh korban hingga mengeluarkan sperma.

“Setelah puas, korban disuruh pulang dan diminta jangan memberitahukan kepada siapa-siapa. Pelaku memberikan uang Rp 500 rupiah hasil kembalian beli air,” kata Puji.

Siangnya, orangtua korban melapor ke kantor polisi. Orangtua mengetahui korban dicabuli karena ada bekas sperma pelaku yang tidak dibersihkan. Korban kemudian bercerita.

“Pelaku bisa dijerat dengan Undang Undang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman pencara maksimal 15 tahun penjara,” kata Puji. (Res)