Begal yang Tewas Itu Ternyata Perampok Bagus Aritonang – Klik Bekasi

Begal yang Tewas Itu Ternyata Perampok Bagus Aritonang

Sajudin (33), begal yang ditembak mati polisi di Jalan Harapan Indah pada Sabtu (13/2/2016) sore, ternyata merupakan pelaku perampokan di Jalan Semeru I Blok E No. 10, Perumahan Pondok Cikunir Indah, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa (9/2/2016) malam.

“Pelaku Sajudin adalah salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap korban bernama Bagus Aditya Aritonang (18),” kata Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Herry Sumarji, Senin (15/2/2016).

Saat itu, Bagus hendak memarkir sepeda motor Kawasaki Ninja bernopol B 3907 KTQ ke teras rumah. Tiba-tiba, ada dua motor matik memepetnya. Dua pelaku turun, dua lainnya berjaga di motor.

Satu dari pelaku, yang diduga Sajudin, membawa senjata api pistol. Pelaku mengumbar tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Merasa tidak puas, Sajudin mengarahkan tembakan ke Bagus sebanyak dua kali.

(Baca: Rebut Pistol Perampok, Ini Pengakuan Mengejutkan Ibu Pemberani di Jatibening)

Bagus terkulai kesakitan ketika satu peluru menyerempet paha kanannya. Peluru lainnya meleset. Saat Bagus teriak kesakitan itulah, ibunya, Nuraini Rais Aritonang (54), keluar rumah.

Tanpa pikir panjang, Nuraini berlari dan merebut pistol Sajudin yang masih diarahkan ke Bagus. Nuraini berhasil. Sajudin panik mengetahui pistolnya berpindah tangan.

Sajudin serta satu temannya lari terbirit-birit dan meninggalkan Honda Beat bernompol B 3449 FYY di lokasi kejadian. Dua pelaku lain kabur menggunakan sepeda motor.

(Baca: Polisi Tembak Mati Begal di Harapan Indah, Anggota TNI Terlibat)

Diberitakan sebelumnya, dua pelaku lain yang ditangkap bersama Sajudin ialah Muhamad Sulaiman (23) dan Kuswinarto (47). Nama terakhir, Kuswinarto, merupakan anggota TNI AD aktif berpangkat Pelda.

Petugas menyita sejumlah barang bukti kejahatan antara lain 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, berikut 5 peluru aktif dan 3 selongsong peluru yang sudah ditembakkan.

“Pistol tersebut diketahui milik pelaku Sajudin dan Sulaiman,” kata Herry. (Res)