Terungkap, Jatmiko Bunuh Rina karena Cintanya Ditolak – Klik Bekasi

Terungkap, Jatmiko Bunuh Rina karena Cintanya Ditolak

Motif pembunuhan Rina Rabiana Ramlan (20) oleh Jatmiko Ariyadi (22) akhirnya terungkap. Jatmiko nekat membunuh Rina karena cintanya ditolak.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Asep Saepudin mengatakan, kepada polisi, Jatmiko menceritakan motifnya membunuh Rina. Terungkap, Jatmiko ternyata bukanlah kekasih Rina.

Asep menjelaskan, Jatmiko pada Senin (16/11/2015) subuh datang ke kamar kos Rina di Kampung Cijingga, Desa Serang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Rina menemui Jatmiko dalam keadaan masih mengenakan mukena karena ia usai salat subuh. Jatmiko kemudian mengutarakan rasa cintanya kepada Rina.

Cinta Jatmiko rupanya bertepuk sebelah tangan. Rina menolak cinta Jatmiko dengan alasan sudah memiliki tunangan, yang tidak lain merupakan teman dekat Jatmiko.

“Pelaku kemudian menampar korban, membekap dan mencekik. Korban tidak sadarkan diri hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” kata Asep kepada wartawan di Tasikmalaya, Kamis (19/11/2015).

Tadinya, Rina disebut-sebut merupakan kekasih Jatmiko. Kami sempat menelusuri keduanya di Facebook. Di sana, memang tidak ditemukan tanda-tanda mereka berpacaran.

(Baca: Ini Sosok Rina, Gadis Cantik yang Dibunuh Jatmiko)

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap ketika Jatmiko berusaha membawa mayat Rina ke RSUD Kota Tasikmalaya pada Senin (16/11/2015) siang.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Arinanda mengatakan, pihak RSUD segera melapor ke polisi begitu menerima mayat dari seorang yang nampak mencurigakan.

“Ketika ditanya pegawai mengenai identitas mayat, pelaku tidak bisa menjawab. Tidak lama kemudian kami membawa pelaku ke kantor Polres,” kata Riki kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa.

Mayat Rina segera dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Dusun Jatiroke RT 03/05, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ia sudah dimakamkan pada Selasa.

Kapolsek Cikarang Selatan Komisaris Ardi Rahananto menyebut, kamar kos korban terlihat rapi. Tidak ada bekas penganiayaan, seperti pecahan kaca atau kondisi berantakan. (Res)