Kisah Buruh Pabrik di Cikarang Bunuh Pacar Sendiri – Klik Bekasi

Kisah Buruh Pabrik di Cikarang Bunuh Pacar Sendiri

Seorang buruh pabrik di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, nekat membunuh pacarnya sendiri. Kasus ini terungkap ketika Jatimiko (22), pelaku, berusaha membawa mayat pacarnya, Rina (20), ke RSUD Kota Tasikmalaya pada Senin (16/11/2015) siang.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Arinanda mengatakan, pihak RSUD segera melapor ke polisi begitu menerima mayat dari seorang yang nampak mencurigakan.

“Ketika ditanya pegawai mengenai identitas mayat, pelaku tidak bisa menjawab. Pelaku hanya mengatakan mayat tersebut merupakan adik sepupunya. Tidak lama kemudian kami membawa pelaku ke kantor Polres,” kata Riki¬†kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa.

Kepada polisi, Jatmiko mengakui semua perbuatannya. Pembunuhan berawal dari pertengkaran di kamar kos Rina pada Senin subuh. Karena tidak bisa menahan emosi, ia menampar pipi Rina satu kali. Marah, Rina melempar sebuah toples ke arahnya.

“Pelaku kemudian membekap mulut korban dengan tangannya, sambil dicekik. Korban sempat menangis. Kami juga menemukan ada bekas sundutan rokok di punggung korban. Akhirnya korban tewas pada pagi itu. Pelaku panik. ” kata Riki.

Jatimko bergegas mencari mobil sewaan. Ia pun berhasil mendatangkan mobil Honda Mobilio benomor polisi B 1896 FOK. Tanpa didampingi siapa pun, secara sembunyi-sembunyi, ia memasukkan mayat Rina yang menggunakan jaket abu-abu dan berjilbab ke mobil. Jatmiko tancap gas ke Tasikmalaya sekitar pukul 10 pagi.

Menurut Riki, Jatmiko sebenarnya tidak tahu harus ke mana ia membuang mayat Rina. Sekitar pukul 12.30, Jatmiko akhirnya menghentikan mobilnya di permakaman umum Cinehel, Tasikmalaya. Di sana ia meminta petugas permakaman untuk menguburkan Rina.

“Tetapi keinginan pelaku ditolak oleh petugas permakaman. Alasan petugas di sana, pelaku tidak membawa surat keterangan dari rumah sakit atau pun kepolisian. Petugas mengarahkan pelaku membawa ke kamar mayat RSUD,” kata Riki.

Sesampainya di RSUD, Jatmiko disambut pegawai kamar mayat. Pelaku langsung membuka bagian belakang mobil tersebut. Pegawai segera membawa mayat Rina untuk dimandikan. Sementara, Jatmiko, dimintai keterangan.

“Kepada pegawai RSUD, pelaku mengatakan disuruh oleh orangtua korban untuk mengubur mayat korban. Pelaku juga mengaku korban merupakan orang Tasikmalaya, padahal orang Sumedang. Karena penuh kejanggalan, pegawai RSUD meminta kami datang ke sana,” kata Riki.

Di hadapan polisi, saat di RSUD, Jatmiko tetap kekeuh mengatakan mayat tersebut merupakan sepupunya. Dia sendiri merupakan warga Blora, Jawa Tengah, yang bekerja sebagai buruh pabrik di Cikarang. Akhirnya, pelaku digelandang ke kantor Polres.

Hingga saat ini, Jatmiko mendekam di kantor Polresta Tasikmalaya Kota. Sedangkan mayat Rina masih berada di RSUD Kota Tasikmalaya. “Pelaku sudah kami tahan. Mayat korban masih di RSUD. Kami menunggu keluarga korban datang,” kata Riki.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Riki, Polres Tasikmalaya Kota sudah berkoordinasi dengan Polresta Bekasi. “Untuk pendalaman lebih lanjut, kami sudah berkoordinasi dengan Polresta Bekasi karena tempat kejadian perkaranya di sana,” kata Riki. (Res)