Hantu Kopi Luwak yang Bikin Heboh Warga Bekasi Itu Adalah… – Klik Bekasi

Hantu Kopi Luwak yang Bikin Heboh Warga Bekasi Itu Adalah…

Dalam beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah Cikarang dan Tambun ramai bergosip soal munculnya bau kopi secara misterius di pada tengah malam. Warga kemudian mengkaitkan aroma misterius itu dengan hal berbau gaib. Konon, aroma kopi di tengah malam merupakan tanda keberadaan hantu kopi luwak.

Gosip hantu kopi luwak pun kini makin merambah, hari ke hari, makin ramai saja yang membincangkan soal itu.

Namun menurut salah seorang warga, bernama Handika Nur Alam mengatakan, kalau hantu kopi luwak tidak pernah ada dan hanya sebatas isu saja yang sengaja di hembuskan ke tengah masyarakat oleh oknum tertentu.

“Dugaan saya, itu hanya isu yang disebarkan oleh sekelompok orang,” ujar dia, kepada redaksi www.klikbekasi.co, Sabtu (30/5).

Dia mengatakan, isu tersebut sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian masyarakat terutama yang tinggal di daerah industri. Sebab ada dugaan, bau kopi tersebut bersumber dari beberapa pabrik di Kabupaten Bekasi.

Pabrik kata dia, sengaja mencampur kopi pada komponen bahan pembakar sehingga cerobong asap di pabrik tersebut mengeluarkan kepulan asap beraroma kopi. Hal itu dilakukan agar asap pabrik yang tadinya menimbulkan bau tidak sedap berubah menjadi aroma kopi yang sedap.

“Dari bau kopi itulah kemudian dihembuskan propaganda, bahwa seolah-olah bau itu tanda bahwa hantu luwak bergentanyangan. Dengan begitu orang menjadi takut keluar rumah dan tidak mungkin lagi mencari sumber bau tersebut,” kata dia.

Bila warga ingin lebih yakin, pria yang akrab disapa Alam ini meminta warga untuk melihat langsung salah satu pabrik yang diduga menjadi sumber bau kopi. Alamatnya kata dia, ada di Jalan Raya Industri Cikarang, tepatnya di depan Kampung Sempu.

Menurut dia, beberapa tahun lalu warga sempat memprotes keberadaan pabrik tersebut lantaran menghasilkan bau tidak sedap. Bahkan nyaris terjadi bentrok hingga pemerintah harus turun tangan membereskan urusan tersebut.

“Jadi kita harus bisa berpikir rasional. Kita mesti cerdas dan jangan sampai termakan isu,” pungkasnya. (Ical)