Merasa Dirugikan, Warga Bekasi Gugat Dua Lembaga Negara – Klik Bekasi

Merasa Dirugikan, Warga Bekasi Gugat Dua Lembaga Negara

Siti Rusdahniar warga Perumahan Tanah Mas, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi melakukan gugatan kepada dua lembaga negara ke Pengadilan Negeri Bekasi lantaran merasa dirugikan.

Dua lembaga negara tersebut antaralain, Kantor Pelayanan Kekayaan Negera dan Lelang (KPKNL) Kota Bekasi dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain menggugat dua lembaga negara, perempuan yang akrab disapa Nia itu juga menggugat Bank Mega serta perorangan atas nama Hadi yang berprofesi sebagai makelar.

“Saya melakukan ini semua karena saya merasa dirugikan. Ini semata-mata upaya saya mencari keadilan,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (20/5).

Dijelaskan oleh Nia, awal mula dirinya melakukan gugatan lantaran rumah miliknya yang saat itu dijadikan jaminan hutang di Bank Mega dilelang dengan melibatkan KPKNL Kota Bekasi dan BPN berikut Hadi selaku makelar.

Padahal hal itu menurut dia, tidak seharusnya dilakukan. Sebab sejauh ini dirinya tengah melakukan proses pelunasan terhadap hutang-hutangnya.

“Ini masalah soal perdata di mana saya mengajukan pinjaman ke bank dengan jaminan rumah tapi sayangnya, pihak bank malah melakukan pelelangan rumah saya dengan melibatkan KPKNL Kota Bekasi dan BPN. Padahal saya tengah melakukan pelunasan hutang saya” kata dia.

Atas dasar itu, Nia akhirnya mengugat pihak-pihak terkait. Saat ini proses persidangan sudah masuk tahap akhir akan tetapi pengadilan terus menunda persidangan.

“Saya merasa pengadilan mempermainkan kasus saya. Sudah dua kali ini sidang ditunda oleh pengadilan. Padahal saya menanti hasil dari gugatan saya, karena ini sudah masuk putusan final,” kata dia, saat ditemui di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (20/5).

Nia berkeyakinan dapat memenangi gugatannya sebab, pada saat sidang mendengarkan keterangan saksi, hakim sudah mengambil kesimpulan. Dimana ada itikad baik dari dirinya selaku penggugat untuk melakukan pelunasan.

“Optimis menang. Kalau saya kalah, pengacara akan mengajukan banding kasasi ke pengadilan tinggi,” pungkasnya. (AR)