Bekasi Kota Konsumtif – Klik Bekasi

Bekasi Kota Konsumtif

Sebagai daerah urban, Kota Bekasi ternyata menjadi kota konsumtif. Penduduk Kota Bekasi, menjadi penduduk yang gemar menghabiskan uangnya untuk berbelanja. Hal ini setidaknya terlihat dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor tersebut.

PAD Kota Bekasi dari pajak restoran misalnya, mencapai Rp 110.309.380.300, itu artinya masyarakat Kota Bekasi sangat gemar menghabiskan uangnya untuk makan di restoran yang ada di Kota Bekasi.

Sedangkan dari sektor hiburan, Pemkot Bekasi bisa meneguk PAD sebesar Rp 20.005.790.000. Dimana pajak bioskop menjadi penyumbang terbesar, dengan total pajak Rp 14.149.902.000. Angka tersebut menggambarkan betapa masyarakat Bekasi sangat gemar memanjakan matanya dengan datang ke bioskop dan pastinya menghabiskan uangnya.

Bila melihat dari segi pendapatan yang Pemkot Bekasi raih dari sektor itu tentunya menggembirakan. Bahkan makin sering masyarakat Kota Bekasi menghamburkan uangnya, maka makin tinggi pula pendapatan yang akan didapat Pemkot Bekasi.

Namun benarkah, kondisi seperti ini sepenuhnya menguntungkan ? Jika dianalisa secara mendalam, kondisi demikian sebenarnya tidak sehat. Untuk sementara waktu memang berdampak positif bagi kas pemerintah, akan tetapi seiring berjalannya waktu ini bisa jadi bom waktu.

Sebab tidak selamanya kondisi perekonomian stabil, terjadi goncangan sedikit saja, maka itu akan sangat berpengaruh. Kondisi perekonomian yang sulit, pastinya akan berdampak pada daya konsumsi masyarakat. Sedang rendanya daya konsumsi masyarakat akan berpengaruh pada pendapat pemerintah dari sektor bersangkutan.

Dan yang paling menyedihkan, hanya segelintir orang saja yang menikmati keuntungan dari tingginya daya konsumsi masyarakat Kota Bekasi hari ini. Lantas siapakah yang menikmati untung itu? Tentunya perusahaan-perusahan pemegang kapital besar.

Parahnya, pemerintah tidak memiliki daya apa-apa atas apa yang terjadi. Pemerintah tidak mungkin membatasi masyarakat menggunakan uangnya.

Nah tinggal ke depan, bagaimana Pemkot Bekasi mengembangkan sektor lain untuk bisa meraup pendapatan. Sektor yang tidak bergantung terhadap kekuatan lain selain dari pada kekuatan Pemkot Bekasi sendiri.

 

Oleh ; Redaksi