Meilina, Disayang Partai Digunjing Kader – Klik Bekasi

Meilina, Disayang Partai Digunjing Kader

Ketua dewan pimpinan cabang PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Meilina Kartika Kadir, akhirnya bernapas lega. Partainya di pusat memberikan sinyal positif: ia bakal maju di Pilkada Bekasi 2017.

“Sekarang Kabupaten Bekasi sudah oke. 30 Agustus kita harus mulai sekolah calon kepala daerah,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono, di Kota Bandung, belum lama ini.

Meilina, kata Bambang, akan didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik. Pasangan ini dianggap menarik karena memadukan unsur nasionalis dan agamis.

“Keputusan DPP PDI Perjuangan untuk mengusung Meilina Kartika Kadir dan Abdul Kholik dalam Pilkada 2017 sudah final. Seluruh kader partai harus bahu-membahu dan bergotong royong untuk memenangkannya,” kata Bambang.

Meilina membenarkan penjelasan Bambang. Menurutnya, ia memang sudah diminta pusat untuk mengikuti sekolah. Setelah itu, deklarasi segera digelar.

“Kami sedang mempersiapkan semuanya. Saya akan berjuang dalam pertarungan Pilkada. Ini amanah partai yang harus saya emban sebaik-baiknya,” katanya.

Ada beberapa figur yang akan menjadi pesaing beratnya. Terutama adalah Neneng Hasanah Yasin, bupati Bekasi saat ini, yang juga memimpin partai besar di wilayahnya: Golkar.

meilina-kartika-grafis

Digunjing Kader

Meilina bukanlah orang baru di PDI Perjuangan. Sejak 2004 hingga saat ini, ia tetap bertengger sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Wajar jika Meilina mampu menjalin komunikasi yang lancar dengan pusat.

Sayang, di internalnya sendiri, Meilina tidak disukai para kader. Sejumlah sumber kami di PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi menyebut Meilina sosok yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

“Banyak orang yang sakit hati karena sikapnya yang arogan. Termasuk Jejen Sayuti (disakiti), orang yang memimpin PDI Perjuangan sebelum Meilina,” kata sumber.

Meilina, ungkap sumber, masih sulit membedakan kepentingan pribadi dengan partai. Banyak ketegangan muncul justru bukan karena perdebatan ideologis, melainkan soal-soal remeh temeh.

Salah satu cerita konyol yang tidak bisa dilupakan para kader adalah soal percakapan dalam grup Whatsapp–aplikasi di android. Grup tersebut sengaja dibuat kader, atas permintaan Meilina.

Mereka yang tergabung dalam grup, cerita sumber, adalah para kader dan mitra partai. Tujuannya agar obrolan mengenai Pilkada Bekasi bergulir di sana.

“Nah, suatu ketika, Iik (panggilan Abdul Kholik) nyeletuk di grup dan menyapa Meilina dengan panggilan Beib atau sayang,” ungkap sumber.

Celetukan Iik tentu saja membikin riuh. Para anggota grup awalnya menganggap itu hanyalah gurauan Iik–yang akan ditanggapi Meilina dengan gurauan pula. Ternyata, Meilina marah besar.

“Dia langsung pecat kadernya yang bikin grup itu dari tim. Orang kan langsung tidak simpatik. Apalagi Meilina selalu ingin berpasangan dengan Iik di Pilkada,” sebut sumber.

Cerita lainnya adalah nasib para satgas PDI Perjuangan yang berjaga di kantor. Mereka, kata sumber, tidak boleh bertugas di luar jika tidak ada instruksi dari Meilina.

“Padahal sudah menjadi kebiasaan jika para satgas itu sering bertugas keluar, sekadar untuk membantu kader lain. Misalnya pas ada hajatan atau apa. Yang seperti ini pun dipersoalkan,” kata sumber.

Menurut sumber, masih banyak persoalan kacangan yang terjadi di partai besar itu karena sikap Meilina. Namun, yang digaris bawahi, Meilina tidak percaya kepada sumber daya partainya.

Ketika DPP PDI Perjuangan menggelar program try out serentak untuk calon mahasiswa baru, misalnya, Meilina lebih memilih menggunakan event organizer untuk menyelenggarakan di Bekasi.

“Kepada para kader, dia juga sering bilang: saya ini doktor politik, kalian tidak tahu apa-apa. Maka, Meilina pun punya ting tang yang merupakan para akademisi. Dia tidak percaya kader,” kata sumber.

Para kader PDI Perjuangan berharap Meilina–ketika resmi menjadi calon bupati–bisa membuat mesin partai semakin solid. Dan, yang juga penting, menjaga sikap sebagai seorang pemimpin. (Res)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!