Kaleidoskop Klik Bekasi September 2015,: TPST Bantargebang Kebakaran, Kepala Disbimarta Dituding Korupsi – Klik Bekasi

Kaleidoskop Klik Bekasi September 2015,: TPST Bantargebang Kebakaran, Kepala Disbimarta Dituding Korupsi

Sejumlah peristiwa menarik terjadi di bulan September tahun 2015. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah terbakarnya Tempat Pembuang Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI Jakarta.

Kebakaran tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia itu, cukup menyita perhatian publik.

(Baca: Kronologi Kebakaran Sampah Bantargebang)

Kebakaran juga tidak mudah dipadamkan oleh pihak pemadam kebakaran. Butuh waktu berhari-hari, untuk memadamkan api.

(Baca:Kebakaran Sampah Bantargebang Sulit Dipadamkan)

Kasus korupsi juga banyak mencuat pada bulan September 2015. Salah satu yang menarik perhatian adalah korupsi di Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Beksi.

Berkali-kali elemen masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi menindaklanjuti adanya indikasi korupsi di dinas dengan anggaran terbesar itu.

(Baca: Kejaksaan Didesak Penjarakan Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi)

Selain Kejaksaan, dorongan kepada pihak Kepolisian untuk mengusut korupsi di Disbimarta juga terjadi.

(Baca:Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi Tri Adhianto Dilaporkan ke Polisi dan Kejaksaan)

Segudang masalah memang menyelimuti dinas yang dipimpin oleh Tri Adhianto tersebut.

(Baca: Terbongkar, Dinas Bimarta Kota Bekasi Menangkan Tender untuk Perusahaan yang Sudah Di-blacklist).

Selain Tri Adhianto, Kepala Dinas Tata Kota, Koswara juga dituding melakukan praktik tindak pidana korupsi. Oleh sejumlah elemen antikorupsi, Koswara dilaporkan ke Kejaksaan.

(Baca: Kepala Dinas Tata Kota Bekasi Disebut Terindikasi Korupsi)

Kejaksaan Negeri Bekasi juga mendapat desakan untuk mengusut praktik korupsi di Dinas Sosial Kota Bekasi di bulan September 2015.

(Baca: Kejaksaan Bekasi Usut Dugaan Korupsi di Dinas Sosial)

Bulan September juga diwarnai dengan peristiwa duka meninggalnya warga Jatiasih, Kota Bekasi akibat dianiaya seorang rentenir.

(Baca: Gara-gara Belum Bayar Cicilan Rp 15.000, Warga Jatiasih Tewas Dihabisi Rentenir)

Dua orang tenaga kerja juga meninggal akibat terbakar saat mengerjakan proyek jembatan di Jatiasih Bekasi.

(Baca: Kecelakaan Kerja, Dua Orang Terbakar dalam Proyek Pengerjaan Jembatan di Jatiasih Bekasi)

Duka dari tanah suci juga datang di bulan September. Tragedi Mina, cukup membawa luka mendalam bagi para keluarga korban serta empati sebagian masyarakat tak terkecuali warga Bekasi.

(Baca: Tragedi Mina, Ratusan Jamaah Haji Meninggal)

Di bulan September, pengacara senior, Adnan Buyung Nasution berpulang. Di bulan itu, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian almarhum membawa duka tersendiri bagi bangsa Indonesia.

(Baca: Adnan Buyung Nasution, Selamat Jalan)

Rupiah terus mengalami pelemahan dan itu berdampak luas bagi masyarakat kita. Nyaris beragam sektor terkena dampak dari melemahnya rupiah.

(Baca: Rupiah Melemah, Pegadang Komputer di Bekasi Cyber Park Ngeluh Penjualan Menurun)

Tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum Pendeta juga menghiasi pemberitaan di bulan September 2015.

(Baca: Pendeta di Kota Bekasi Perkosa Bocah 13 Tahun)

Sementara itu, dunia pendidikan di Kota Bekasi mengalami guncangan hebat. Aksi siswa sekolah memperkosa sesama siswa secara berama-ramai adalah penyebabnya.

(Baca: Gila! Bocah SD di Kota Bekasi Perkosa Rame-rame Seorang Siswi)

Peristiwa penting di bulan September 2015 yakni disahkannya APBD Perubahan Kota Bekasi tahun 2015 oleh DPRD Kota Bekasi.

(Baca: APBD Perubahan Kota Bekasi Tahun 2015 Disahkan)
(Redaksi)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!