Kaleidoskop Klik Bekasi Oktober 2015,: Ahok vs DPRD Bekasi, PHK Massal Efek Rupiah Melemah – Klik Bekasi

Kaleidoskop Klik Bekasi Oktober 2015,: Ahok vs DPRD Bekasi, PHK Massal Efek Rupiah Melemah

Oktober 2015, hubungan Kota Bekasi dengan daerah tetangga DKI Jakarta memanas. Semua bermula ketika truk sampah milik DKI Jakarta dihadang oleh Komisi A DPRD Kota Bekasi bersama pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.

Truk-truk sampah tersebut ditilang, lantaran dinilai melanggar jam operasional pengangkutan sampah.

Tidak cukup sampai disitu, Komisi A DPRD Kota Bekasi kemudian mewacanakan agar pembuangan sampah DKI Jakarta ke Bantargebang distop. Komisi A beralasan, banyak isi perjanjian kerjasama antara DKI Jakarta dengan Kota Bekasi yang dilanggar.

(Baca: DPRD Kota Bekasi Minta Pembuangan Sampah dari DKI ke Bantargebang Dihentikan)

Gubernur DKI Jakarta, Ahok kemudian merespon aksi DPRD Kota Bekasi dengan emosi. Tak jarang komentar-komentar pedas dari orang nomor satu di DKI itu meluncur dan makin memanaskan perseteruan.

(Baca: Diancam DPRD Kota Bekasi, Ahok Ngamuk)

Babakan perseteruan antara Ahok vs DPRD DKI kian seru, ketika Ahok melempar bola panas bahwa DPRD Kota Bekasi menerima sesuatu dari pihak PT Godang Tua Jaya selaku pihak pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

(Baca: Terbongkar, DPRD Bekasi ‘Terima Setoran’ dari PT Godang Tua Jaya untuk Sikat Ahok)

Ahok kemudian, membawa perseteruan tersebut ke ranah hukum. Ia meminta pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri aliaran dana sampah yang diduga mengalir ke anggota DPRD Kota Bekasi.

(Baca: Ahok Minta PPATK Telusuri Uang Sampah yang Mengalir ke DPRD Bekasi)

Selain itu, Ahok juga melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke pihak Polda Metro Jaya. Laporan Ahok langsung direspon dengan dibentuknya tim khusus menangani kasus tersebut.

(Baca: Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Bongkar Skandal TPST Bantar Gebang)

Melemahnya rupiah berdampak pada dunia industri. Ribuan tenaga kerja di Bekasi harus menerima kenyataan terkena PHK Oleh pihak perusahaan.

(Baca: Rupiah Melemah, 24 Ribu Buruh Anggota SPSI Bekasi Sudah Kena PHK)

(Baca: Apindo: 10 Perusahaan di Kota Bekasi Sudah Mem-PHK Ribuan Buruh)

Bulan Oktober 2015, pihak kepolisian berhasil membongkar sindikat peredaran narkotika. Ribuan pil ekstasi disita aparat dengan taksiran harga mencapai 2 miliar rupiah.

(Baca: Polisi Bongkar Kasus Narkoba Terbesar di Kota Bekasi, 4.554 Pil Ekstasi Senilai Rp 2 Miliar Disita)

Bekasi juga dihebohkan dengan kasus penembakan warga di Harapan Indah saat hendak mencegah aksi pencurian sepeda motor. Korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya meninggal.

(Baca: Korban Penembakan di Harapan Indah Bekasi Meninggal)

Bulan Oktober juga diwarnai dengan kebakaran pasar Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ratusan ruko ludes akibat peristiwa itu.

(Baca: Ini Kronologi Kebakaran Pasar Ramayana Cikarang)

Dunia pendidikan Kota Bekasi kembali tercoreng. Kali ini gara-gara aksi kekerasan yang menimpa salah satu siswi di Kota Bekasi yang mendapat penganiayaan dari teman satu kelasnya.

(Baca: Cerita Suram Chika, Siswi SDN Bintara 2 Bekasi yang Dibully dan Disiksa 10 Temannya)

Dari dunia politik, Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat.

(Baca: Ahmad Syaikhu Terpilih Jadi Ketua DPW PKS Jawa Barat)

Sedangkan Heri Koswara, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dari fraksi PKS terpiliih menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Bekasi.

(Baca: Heri Koswara Pimpin PKS Kota Bekasi Periode 2015-2020)

Bulan Oktober 2015, pertandingan final Piala Presiden antara Persib Bandung dan Sriwijaya FC menyita perhatian mata publik. Namun bukan duel di atas lapangan yang menyedot perhatian, akan tetapi aksi di luar lapangan antara pendukung Persib dengan Persija Jakarta yang selama ini sudah menjadi musuh bebuyutan.

(Baca: Mencekam, Jakmania Serang Viking di Jatibening Bekasi)

Oktober juga diwarnai dengan kabar dibekukannya 8 kampus swasta di Bekasi oleh Kementrian Riset dan Teknologi.

(Baca: 8 Kampus Abal-abal di Bekasi Ini Dinonaktifkan Kemenristek Dikti)

Sementara kabar bahagia datang dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang menikahkan anak pertamanya.

(Baca: Walikota Bekasi Gelar Hajatan Pernikahan Anak Pertamanya)

(Redaksi)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!