PT NOEI: Rekson Sitorus Bohong Soal Tipping Fee TPST Bantar Gebang – Klik Bekasi

PT NOEI: Rekson Sitorus Bohong Soal Tipping Fee TPST Bantar Gebang

Kisruh tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang semakin memanas. Kini giliran PT Godang Tua Jaya ‘saling lempar’ pernyataan dengan perusahaan join operationnya, PT Navigat Organic Energy Indonesia (PT NOEI).

Komisaris Utama PT NOEI Michael Mangowal membantah pernyataan Direktur Utama PT Godang Tua Jaya Rekson Sitorus mengenai uang jasa pengelolaan sampah atau tipping fee Rp 400 miliar yang digelontorkan Pemrov DKI Jakarta tiap tahun. Apa yang dikatakan Rekson, katanya, bohong.

“Kami perlu klarifikasi pernyataan PT Godang Tua Jaya, yaitu kami PT Navigat Organic Energy Indonesia tidak pernah menerima tipping fee seperti yang disebutkan oleh Rekson Sitorus,” kata Michael kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Sebelumnya, Rekson Sitorus menyebut hanya menerima uang tipping fee Rp 200 miliar bahkan kurang dari Pemrov DKI Jakarta. Sebab, menurut dia, sebagian telah dibagikan kepada PT NOEI dan 20 persen untuk Pemkot Bekasi.

“Saya klarifikasi bahwa kami tidak pernah mendapatkan tipping fee melebihi Rp 200 miliar. Kalau Gubernur bilang kami menerima Rp 400 miliar, itu fitnah, bohong. Ada dua badan usaha yang memiliki hak atas penerimaan itu,” kata Rekson.

Mendengar pernyataan Rekson Sitorus, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun langsung reaktif. Menurut Ahok, pembagian uang itu menyalahi aturan.

“Dia join operation lagi dengan PT baru duitnya bayar ke situ, makanya BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengatakan enggak boleh,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/10/2015).

“Kamu kan kontrak sama kita nih, kamu kalau mau join sama orang lain duit pemda nggak boleh bayar ke dia dong, nggak boleh bagi dua, nah dia bagi dua, nah ini ada apa?” kata Ahok.

(Baca: Bongkar Skandal TPST Bantar Gebang, Tim Polda Metro Sudah Bergerak)

Ahok mencurigai ada penyimpangan tipping fee Rp 400 miliar itu. Ahok juga menyebut DPRD Kota Bekasi kongkalikong dengan PT Godang Tua Jaya untuk menyerangnya. Target mereka, kata Ahok, agar PT Godang Tua Jaya tidak diputus kontrak oleh Pemrov DKI Jakarta.

“Kita udah minta Kapolda, kirim PPATK untuk menyelidiki uang Rp 400 miliar ke Godang Tua Jaya itu keluar ke siapa aja. Ada permainan apa nih?,” kata Ahok. (Res)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!