Cerita Homoseks di Balik Pembunuhan Andri, Penghuni Kontrakan Tambun Selatan – Klik Bekasi

Cerita Homoseks di Balik Pembunuhan Andri, Penghuni Kontrakan Tambun Selatan

Pembunuhan pemuda asal Yogyakarta bernama Andri (25) di Kampung Bulu, RT 02 RW 23 nomor 6, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Jumat (23/10/2015) malam, akhirnya terungkap.

Petugas gabungan Polresta Bekasi dan Polsek Tambun membekuk pelaku bernama Irhamudin di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, belum lama ini.

“Betul. Pelaku sudah ditangkap di Lampung,” kata Kapolsek Tambun, Ali Zusron saat dihubungi pada Rabu (28/10/2015). Namun, Ali belum menjelaskan detail kasus ini.

Dari informasi yang dihimpun klikbekasi.co di kepolisian, latar belakang pembunuhan tersebut adalah persoalan asmara. Keduanya diduga merupakan gay. Mereka berpacaran.

Pada hari pembunuhan, Andri menjemput Irhamudin di Jakarta dan mengajak ke rumah kontrakannya di Kampung Bulu.

(Baca: Pemuda Asal Jogja Ditemukan Tewas di Kontrakan Tambun Selatan)

Sebelum terjadi pembunuhan, mereka sempat bercumbu rayu dan berciuman di ruang tamu. Merasa tidak puas, korban ‘meminta lebih’ kepada pelaku. Namun pelaku menolak.

Mereka pun ribut. Irhamudin akhirnya mengambil kabel listrik dan menjeratkannya ke leher Andri. “Pelaku kemudian kabur membawa ponsel dan kendaraan korban,” kata seorang petugas kepolisian.

Slamet, tetangga atas korban di kontrakan yang berlantai dua itu, mengaku mendengar suara gaduh saat ia sedang mencuci sekitar pukul 21.30. Ia dan temannya kemudian segera turun ke bawah untuk mengecek.

“Kami mengecek kamar korban dari jendela, ternyata dia tergeletak di lantai. Banyak darah. Di lehernya ada kawat. Sepertinya dia dijerat,” kata Slamet saat pertama kali mayat korban ditemukan.

Slamet langsung memanggil Ketua RT setempat dan Usman, pemilik kontrakan yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya lapor Ketua RT dan pemilik kontrakan. Mereka segera datang dan mendobrak pintu kontrakan korban. Warga lain juga berkerumun. Kami memastikan korban sudah meninggal,” kata Slamet.

Saat itu, Slamet dan warga lain sudah menduga pelaku merupakan orang yang dikenal korban. Hal ini diperkuat dengan pintu kontrakan korban tidak dalam kondisi rusak akibat dibuka paksa.

“Sebelum didobrak, kondisi pintunya dalam keadaan normal. Kemungkinan, pelaku merupakan orang dekat dan saling mengenal dengan korban,” katanya.

Ketika ditemukan, Andri tidak memakai baju. Ia hanya mengenakan celana dalam berwarna hitam. “Dia pekerja pabrik. Masih bujang,” kata Slamet. (Res)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!